Swara 45, Tangerang – Seorang pedagang keliling di Kampung Pasir Muncang RT/RW 02/02, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten yakni Jatinem tidak lagi menghuni rumahnya.
Pasalnya, rumah Jatinem ini roboh atau ambruk termakan lapuknya usia. Dikarenakan faktor ekonomi, Jatinem sampai sekarang ini belum bisa membangun rumahnya yang roboh itu.
Mantan Sekretaris Desa Pasir Muncang Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten Ahmad Hujaeni mengatakan, rumah milik Jatinem sudah lama roboh, sekitar tiga tahunan dan sudah pernah dikunjungi pihak pemerintah desa Pasir Muncang beserta mantan Camat Jayanti Yakni Chaidir, pada waktu lalu.
“Ini rumahnya ibu Jatinem sudah lama robohnya, sekitar tiga tahunan. Waktu itu, waktu camat pak Chaidir itu sudah datang melihat ke lokasi, cuma dikasih titipan ala kadarnya saja. Dari pihak desa pun ada, tapi kenapa selanjutnya tidak ada tindakan lagi. Karena alasannya tanah itu sengketa sama saya katanya. Makanya rumah ibu Jatinem enggak ada berani yang bangun. Itu semuanya tidak benar. Soalnya tanah yang ditempati ibu Jatinem ini sudah punya surat berupa serifikat tanah, nama dia sendiri, jadi antara saya sama ibu Jatinem tidak ada masalah tentang tanah sengketa”, kata Mantan Sekretaris Desa Pasir Muncang Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang, Banten, Ahmad Hujaeni, pada Rabu (2/6/2021).
Sementara itu, warga setempat Sartuna mengungkapkan, sebagai tetangga, ia sangat merasa prihatin melihat kondisi sehari – sehari kehidupan Jatinem tersebut.
“Ibu Jatinem berharap ada donatur yang mau menyumbangkan sedikit hartanya untuk membangun rumahnya. Dikarenakan Jatinem ini seorang janda tua, yang setiap harinya jualan keliling”, ungkapnya.
Sartuna menambahkan, sekarang ini Jatinem ikut tinggal bersama anaknya yang berdekatan dengan bekas rumahnya yang roboh. Rumah anaknya itu, jauh dari kata layak huni dan selama ini belum pernah mendapatkan program bantuan bedah rumah dari pemerintah.
“Untuk itu saya berharap, kepada pemerintah desa Pasir Muncang, pemerintah Kecamatan Jayanti khususnya Pemerintah Kabupaten Tangerang untuk segera memberikan bantuan bedah rumah kepada Ibu Jatinem dan anaknya”, harap Sartuna. (Jas)

