SWARA45.COM | AMMAN – Serangan roket Israel menghantam sebuah bangunan di lingkungan Kafr Sousa di Damaskus tengah dekat kompleks keamanan besar dekat dengan instalasi Iran, Minggu pagi, (19/2/2023)
Menurut saksi dan pejabat mengatakan akibat dari pristiwa itu telah menewaskan lima orang.
Serangan itu juga telah merusak beberapa bangunan di distrik padat penduduk yang berdekatan dengan alun-alun Umayyah di jantung ibu Kota.
Seorang pejabat polisi mengatakan kepada media pemerintah bahwa ada beberapa korban dan luka-luka.
Sedangkan seorang juru bicara militer Israel menolak berkomentar.
Mengutip sumber militer, media pemerintah mengatakan Israel telah melakukan serangan udara yang menargetkan beberapa daerah di ibu kota.
Akibat dari serangan itu telah menyebabkan lima kematian dan 15 luka-luka di antara warga sipil, dan kerusakan beberapa bangunan tempat tinggal.
“Itu menyebabkan kerusakan pada beberapa rumah warga sipil dan kerusakan material di sejumlah lingkungan di Damaskus dan sekitarnya,” kata tentara dalam sebuah pernyataan. Mengutip Reuters.
Selama hampir satu dekade, Israel telah melakukan serangan udara terhadap dugaan transfer senjata yang disponsori Iran dan penempatan personel di Suriah.
Pejabat Israel jarang mengakui tanggung jawab untuk operasi tertentu.
“Iran telah memperluas kehadiran militernya di Suriah dalam beberapa tahun terakhir dan memiliki pijakan di sebagian besar wilayah yang dikuasai negara, dengan ribuan anggota milisi dan kelompok paramiliter lokal di bawah komandonya,”kata sumber intelijen Barat.
Israel juga dalam beberapa bulan terakhir mengintensifkan serangan di bandara dan pangkalan udara Suriah untuk mengganggu peningkatan penggunaan jalur pasokan udara Iran untuk mengirimkan senjata ke sekutu di Suriah dan Lebanon, termasuk Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon.
“Serangan itu adalah bagian dari eskalasi konflik intensitas rendah yang tujuannya adalah untuk memperlambat kubu pertahanan Iran yang tumbuh di Suriah,” kata pakar militer Israel.
Milisi proksi Iran, yang dipimpin oleh Hizbullah Libanon, sekarang memegang kekuasaan di wilayah yang luas di Suriah timur, selatan dan barat laut dan di beberapa pinggiran kota di sekitar ibu kota.
Sementara, Pemerintah Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan tidak pernah secara terbuka mengakui bahwa pasukan Iran beroperasi atas namanya dalam perang saudara Suriah.
“Teheran hanya memiliki penasihat militer di lapangan,”kata Bashar al-Assad.
Sumber: Reuters
Penerjemah: Afrizal

