sWara45 | Bandung – Persatuan Wartawan Indonesia(PWI) Jawa Barat Mengutuk tindandakan Kekerasan terhadap Pekerja Jurnalistik.
Ketua PWI Jawa Barat Hilman Hidayat Menyatakan,itu peristiwa Perundangan terhadap dua Wartawan oleh sejumlah anggota Ormas di Kantor Desa Mekarwangi Kabupaten Majalengka.
“Kami mengutuk Keras kepada pihak yang melakukan Kekerasan Fisik terhadap Pekerja Jurnalis,kata Hilman.
Lanjut Hilman,apa bila di lapangan di temukan Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik,atau penyalagunaan Profesi Wartawan Maka sudah ada aturan main nya Sesuai dengan UU No.40 Tahun 1999.
“Bahkan menurut Hilman,Jika ada perselihan akibat dari Proses Kerja Jurnalistik maupun Proses Kerja maupun Produk nya,maka selesaikan saja secara Hukum yang berlaku dan tidak melakukan Penghakiman secara fisik semacam yang terjadi di Desa Mekarwangi Kabupaten Majalengka Jawa Barat.
“Seperti di ketahui tindakan Kekerasan terhadap dua Wartawan yakni Sulaeman dari Wartawan Fokus Berita Indonesia(FBI) dan Warya Ayotondaan Wartawan Mitra Jabar oleh sejumlah Anggota Ormas,kedua Wartawan tersebut bermaksud ingin melakukan Konfirmasi Bahan berita kepada Kepala Desa setempat, namun kedua nya di hadang oleh sejumlah anggota Ormas dan di Introgasi di ruang kantor Kepala Desa Mekarwangi Kecamatan Lemahsugih Kabupaten Majalengka,Senin kemarin (28/6/2021).
Namun kedua Wartawan tersebut Meendapat perlakukan yang kurang pantas,bahkan Sulaeman di hajar Wajah nya hingga berdarah di bagian hidung,intimidasi dan kekarasan itu terekam dalam Video berdurasi 2 menit 43 detik,dalam rekam Gambar Video itu Jelas kedua Wartawan tersebut mendapat tekanan dan Kekerasan,ucap Hilman.
Sementara itu Pimpinan Perusahaan Fokus Berita Indonesia(FBI) Mijianto Membenarkan Kejadian tindakan Kekerasan yang menimpah Wartawan nya.
“Ya benar yang menjadi Korban tindakan kekerasan adalah Wartawan nya dari Fokus Berita Indonesia(FBI) atas nama Sulaeman,Dia di Intimidasi oleh Oknum Ormas, ungkap nya.
Mujianto pun menyatakan,masih memantau perkembangan Laporan Kasus ini di Polres Majalengka,akibat Penganiayaan dan Pemukulan yang di lakukan oleh beberapah Oknum tersebut yang mengakibatkan Wartawan mengalami Luka dan Shock,tegas nya.(Rudi)

