Berita

Proyek Gedung Sekolahan SDN 2 Muncung Tanpa Papan Proyek Dan Diduga Tak Sesuai Spek Banyak Kecurigaan

×

Proyek Gedung Sekolahan SDN 2 Muncung Tanpa Papan Proyek Dan Diduga Tak Sesuai Spek Banyak Kecurigaan

Sebarkan artikel ini

Swara45|TANGERANG–Terkait maraknya pembangunan jalan maupun pembangunan rehabilitasi sekolah yang ada di kabupaten Tangerang yang tidak memasang papan informasi yang dilakukan oleh para pemborong menyebabkan berbagai pertanyaan dikalangan masyarakat, contohnya seperti pembangunan SDN 2 desa muncung kecamatan kronjo Tanpa papan proyek dan Diduga mengurang bahan material ,Sabtu/05/08/2023

Demi meraup ke untungkan besar bangunan gedung pendidikan SDN 2 muncung desa muncung menggunakan bahan material yang diduga tidak sesuai spek seperti memakai besi Yang Tidak setandar ukuran memakai besi gelang yang terlalu kecil,jarak Sengkang juga lebih dari 15,cm atau 20.cm bahkan terlihat 30,cm, itu yang disebut banyak kecurangan

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Adanya hal tersebut tentunya menjadi pertanyaan besar ada apa dibalik semuanya, patut dicurigai adanya kongkalingkong antara pemborong dengan dinas terkait yang tak ingin diketahui oleh masyarakat atas pembangunan tersebut.

Para pemborong tetap terlihat merasa nyaman tanpa ada tindakan sangsi hukum oleh dinas terkait atau dari aparat penegak hukum ( APH).
“Perlunya pemerintah pemangku jabatan perlu ada kajian terhadap oknum pemborong yang sengaja melakukan tindakan melanggar ketentuan yang berlaku.
“Sungguh sangat disayangkan, pembangunan biayanya yang didapat dari hasil pajak rakyat semestinya keterbukaan informasi kepada masyarakat dibuka seluas-luasnya agar tidak menjadi simpang siur sebuah informasi. Sangatlah miris sepak terjang perilaku para oknum pemborong yang telah sengaja mengaburkan informasi anggaran pembangunan, seolah-olah masyarakat dianggap bodoh yang bisa dibohongi belaka.
“Tujuan dari pembangunan yang dianggarkan oleh pemerintah disegala bidang, dari mulai infrastruktur, pembuatan gedung pelayanan, pembangunan drenase, pengairan, yang membutuhkan anggaran milyaran rupiah demi terciptanya perputaran ekonomi, budaya, sosial dan fundamental dimasyarakat lebih baik.
“Namun para pelaku pelaksanaan pembangunan banyak diduga hanya mementingkan keuntungan belaka tanpa memikirkan kwalitas dan kwantitas hasil pekerjaanya.

“Dengan adanya marak oknum pemborong nakal yang sengaja tidak memasang papan informasi tentu patut di curigai ada apa dibalik ini semua, kiranya Bupati Tangerang H Ahmad Zaki Iskandar untuk segera evaluasi para rekanan (pemborong) nakal untuk dikenakan sangsi hukum atau adminitratif atau di coret untuk menjadi rekanan agar ada efek jera terhadap oknum pemborong nakal agar pembangunan di kabupaten tangerang dapat dirasakan oleh masyarakat lebih baik ( Rian )

Berikan Komentar