Berita

Program Ketapang Peternakan Desa Asem Margaluyu Di Duga Tidak Transparan

×

Program Ketapang Peternakan Desa Asem Margaluyu Di Duga Tidak Transparan

Sebarkan artikel ini

SWARA45.COM-Program ketahanan pangan (Ketapang) Desa Asem Margaluyu, Kecamatan Cibadak, yang didanai dari dana desa (DD) tahun 2023 diduga tidak transparan.

Pasalnya,program yang di kucurkan melalui kelompok itu selain tidak transparan juga terjadi ketidaksingkronan.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Berdasarkan keterangan Kaur keuangan Desa Opik saat di konfirmasi menjelaskan anggaran untuk bantuan ternak kambing di serahkan langsung kepada kelompok melalui rekening senilai 50 juta.

Adapun kata Opik bantuan tersebut dari program ketahanan pangan untuk peternakan dengan peruntukan biaya pembelian kambing dan pembuatan kandang.

“Kegiatannya langsung oleh Kelompok H.Fadli di kampung asem dungus “kata ,Senin (18/3/2014).

Terpisah ,berbeda dikatakan salah satu pengelola ternak Junedi yang sekaligus istri dari bendahara kelompok itu mengaku kegiatan ternak kambing tersebut anggaran kurang lebih 20 jutaan untuk pembelian kambing dan pembuatan kandang.

“Kalau saya selaku pengelola dan untuk anggaran itu kurang lebih 20 juta ,sepuluh juta untuk pembuatan kandang dan sepuluh juta untuk pembelanjaan kambing”ungkap Junaedi.

Junaedi juga mengungkapkan, kambing sebanyak 12 ekor saat ini tidak ada sudah di alihkan ke daerah kadu agung.

“Kambingnya di oper ke kaduagung karena di sini gada yang ngurus dan susah nyari rumput ,ketuanya sedang berada di luar kota” terang Junedi

Sementara ketua kelompok ternak kambing h.padli saat di konfirmasi melalui pesan whats appnya mengatakan kegiatan ternak tersebut di biayai dari desa sebesar 50 juta,adapun kegiatan itu yakni untuk pembelanjaan 15 ekor kambing dan pembuatan kandang.

“Anggaran Desa 50 jt
Domba Betina 15 ekor
Jantan 2 ekor”kata padil melalui pesan singkatnya.

Terkait keterangan yang di sampaikan Junedi padli berkilah bahwa ayahnya selaku pengelola itu tidak mengetahui persis soal anggaran.

“Bapak saya tidak tahu percis anggarannya kang,Itu maintenens kandang dan operasional,Jika mau lebih detail bisa nanti ngobrol dengan saya pas saya pulang”ujar Padli

Menanggapi hal itu, Pemerhati Pembangunan Desa, Hermansyah menduga ada ketidak beresan soal kegiatan tersebut.sebab kata dia selain adanya ketidaksingkronan antara pengelola dengan ketua , bahkan dalam pelaksanaan pun di nilai adanya dugaan ketidaktransparanan.

“Saya menduga anggaran tersebut tidak transparan ,sebab dalam hal ini pengelola alias anggota kelompok dinilai tidak tahu persis”ujarnya.

Lanjut Hermansyah,keterkaitan dengan pengalihan atau di opernya kambing tersebut ke wilayah kadu agung itu sangat diragukan,lantaran dalam hal ini kegiatan tersebut seharusnya ada berita acara karena sifatnya ini bantuan untuk penggemukan.

“Kita kroscek ke lokasi tidak ada satupun kambing dan informasi itu dialihkan padahal kalau secara kelompok terstruktur di dalamnya ada anggota atau pengelola yang bisa mengurusnya”pungkasnya.(1K)

Berikan Komentar