Polda Banten Akan Pidanakan Debt Collector Jika Melakukan Penarikan Secara Paksa - Swara45.Com

Home / Banten / Polda Banten

Minggu, 19 Januari 2020 - 13:04 WIB

Polda Banten Akan Pidanakan Debt Collector Jika Melakukan Penarikan Secara Paksa

Polda Banten Akan Pidanakan Debt Collector Jika Melakukan Penarikan Secara Paksa

Suara45.com – Kepolisian Daerah (Polda) Banten mengingatkan para pelaku penagih utang (debt collector) dari pihak leasing terhadap nasabah/konsumen yang menunggak pembayaran sepeda motor atau mobil, untuk tidak melakukan tarik secara paksa dan disertai kekerasan.

Dirkrimsus Polda Banten melalui Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan tindakan arogansi para penagih utang kini bisa dipidana dan masyarakat yang merasa menjadi korban bisa segera menghubungi pihak kepolisian dan pihak kepolisian akan melakukan penindakan terhadap penagih utang tersebut, jika melakukan kekerasan atau praktik-praktik premanisme.

“Debt collector (penagih utang) itu bisa dipidana kalau menarik sepeda motor atau mobil nasabah secara paksa,” katanya.

Menurut Edy , jika penagih utang sudah melakukan kekerasan, maka dapat dijerat dengan pasal tindak pidana. Sebab, yang berhak melakukan penyitaan/menarik kenderaan itu adalah aparat penegak hukum.

“Sedangkan pihak kreditur atau leasing, penagih utang tidak boleh mengambil sepeda motor, mobil atau rumah, maupun alat-alat elektronik rumah tangga semaunya sendiri,” ujarnya.

Edy menegaskan berdasarkan aturan baru, penerima hak fidusia (kreditur) tidak boleh melakukan eksekusi sendiri melainkan harus mengajukan permohonan pelaksanaan eksekusi kepada pengadilan negeri, sesuai dengan Putusan MK Nomor 18/PUU-XVII/2019 tertanggal 6 Januari 2020.

“Artinya, kasus nasabah akan disidangkan dan pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan nasabah tersebut,” jelasnya.

Edy mengungkapkan, kendaraan nasabah akan dilelang oleh pengadilan dan uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan untuk membayar utang kredit nasabah ke perusahaan leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada nasabah.

“Tindakan pihak leasing melalui penagih utang yang mengambil secara paksa kendaraan di rumah, merupakan tindak pidana pencurian. Dan jika pengambilan dilakukan di jalan, merupakan tindak pidana perampasan,” tegasnya.(Red)

Share :

Baca Juga

Pandeglang

Pemkab Pandeglang Bentuk Tim Verifikasi Dan Evaluasi Untuk Hibah MDTA

Lebak

Kembali Warga Bayah Barat Keluhkan Aktifitas Di Tarsus Milik PT. Cemindo Gemilang

Banten

Pemprov Banten Berlakukan Kerja Dari Rumah (WFH)

Tangerang

Wabup Tangerang H Mad Romli Laksanakan JUMLING Ke Desa Pangkat Jayanti

Pandeglang

Sekda Pandeglang : Satpol PP Dan Dishub Jadilah Aparatur Yang Mampu Mengayomi Dan Menegakkan Peraturan

Lebak

Peduli Bencana, Ormas BPPKB DPAC Banjarsari Galang Dana Untuk Korban Kebakaran

Tangerang

Tumpukan dan Bau Busuk Sampah di Pasar Gembong Banyak Dikeluhkan Warga Sekitar

Lebak

Anggota DPRD Lebak Menduga Kuat Petinggi PT. AAM Adalah Ketua FNTKSK