Pj Bupati Meurah Luncurkan PMT Pangan Lokal Percepatan Penurunan Stunting
SWARA45.COM, KUALASIMPANG – Pj. Bupati Aceh Tamiang, Dr. Drs. Meurah Budiman, SH, MH, melalui Dinas Kesehatan meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan Pangan Lokal bagi ibu hamil dan balita, di aula Dinas Kesehatan setempat, Senin 28 Agustus 2023.
PMT tersebut diberikan kepada ibu hamil dan balita dalam rakangka program Percepatan Penurunan Stunting tingkat Kabupaten.
Turut hadir dalam penyerahan atau Peluncuran PMT tersebut diantaranya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Sekretaris DPMKPPKB, para Camat, para Kepala Puskesmas, Bidan Desa, dan Kader Posyandu.
Pj. Bupati Meurah, dalam kata sambutannya mengatankan, salah satu cara untuk meningkatkan kualitas hidup dan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni dengan meningkatkan kualitas kesehatan sejak dalam kandungan hingga bertumbuhkembang sampai dewasa menjadi lebih baik.
“Intervensi gizi harus dilakukan sejak dalam kandungan;”ujarnya.
“SDM sangat menentukan perjuangan bangsa ke depannya,”sambungnya.
“Jadi sangat diperlukan SDM yang sehat dan cerdas”,imbuhnya.

Meurah juga menyampaikan, hal ini menjadi tugas berat bagi para pihak terkait yang berhubungan langsung dalam memberikan pelayanan bagi masyarakat.
PJ BUPATI MEURAH MEMINTA AGAR PROGRAM INI TEPAT SASARAN
“Lakukan sistem jemput bola pada sasaran,”ucapnya.
“Layani dengan ikhlas demi membentuk SDM yang sehat”, tambah Meurah.
Kepala Dinas Kesehatan, dr. Mustakim juga mengatakan masalah gizi di Indonesia sangat tinggi.
Dijelaskannya, program pendampingan kepada Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronis (KEK) serta balita kurang gizi sebagai sasaran utama dalam pemberian makanan tambahan lokal berprotein tinggi, menjadi proteksi awal dalam mencegah stunting.
PMT efektif, kata Mustakim, diberikan kepada anak usia di bawah 2 tahun dengan memastikan dikonsumsi oleh anak.
“Kepada para Camat dan pihak yang terlibat kami mohon bantuan dalam melakukan pemantauan, pendampingan agar program ini dapat berjalan,”ucapnya.
“Nantinya juga akan diberikan edukasi gizi kepada masyarakat”,sambungnya.
Intervensi langsung akan dilakukan selama 90 hari pada Ibu Hamil Kekurangan Energi Kronik (KEK) serta balita dengan gizi buruk. Harapannya, Ibu hamil yang diintervensi tidak melahirkan bayi stunting, serta balita gizi buruk bisa mengalami perbaikan.[Afrizal]

