SWARA45.COM-Peristiwa terjadinya kecelakaan seorang bocah warga Desa Sarageni ,Kecamatan Cimarga,yang jatuh dari jembatan gantung mendapat sorotan lantaran usai kejadian saat warga meminta ke pihak puskesmas meminjam mobil ambulance untuk membawa korban ke rumah sakit pihak puskesmas tidak memberikan ijin.
Hal itu membuat warga geram dan langsung menggeruduk kantor puskesmas Sarageni.
Kepala puskesmas Iyan kepada warga meminta maaf atas kejadian itu ,dan pada dasarnya untuk ambulance kata Iyan tidakmempersulit sama sekali namun untuk kemungkinan ini ada Miss komunikasi dan pihaknya bekerja sesuai dengan SOP.
Menanggapi persoalan itu Aktivis P2LPB John Fath sangat menyayangkan dengan pihak puskesmas seharusnya mereka sadar mobil ambulance tersebut untuk kepentingan rakyat dan di beli oleh uang rakyat, kondisi warga yang sedang kritis masih saja pihak puskesmas selalu beralasan SOP, padahal kata dia jika kejadian yang sangat urgen dan mengancam nyawa manusia itu yang perlu di prioritaskan.
“Jangan dulu SOP di prioritaskan, pentingkan dulu masyarakat yg sangat butuh pertolongan ketika sifatnya urgen,lebih baik hati nurani yang harus dikedepankan”ujar Johan Fath.
Aktivis berbadan tegap itu mendesak pemerintah daerah maupun pusat agar mengevaluasi kinerja kepala puskesmas,dan dinas kesehatan karena dalam hal ini menurut Johan tidak ada bawahan yang salah akan tetapi pimpinan juga harus bertanggung jawab dan bila perlu atas kejadian tersebut di copot dari jabatannya.
“Pemerintah daerah maupun pusat harus tegas,, ini jelas sudah mengecewakan masyarakat”pungkasnya.

