sWara45 | Bekasi – Berkaitan dengan penerimaan Siswa yang ingin melanjutkan Pendidikannya dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) di massa pandemi covid 19 ini dengan memalalui sistem daring online atau Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online.
Khusus nya warga Kota Bekasi, mengeluh karena sistem PPDB online yang sangat membingungkan dan membuat para orangtua murid yang ingin mendaftarkan anaknya menjadi pusing.
Rsk salah satu warga Kota Bekasi yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah SMAN 18 Kota Bekasi yang menyampaikan keluhan kepada Kawan Intelektual Bekasi Bersatu terang Fransiskus Leonardo yang merupakan salah satu dari Pengurus Kawan Intelektual Kota Bekasi (K.I.B.B).
Di katakan Fransiskus Leonardo, Setelah mendengar dan merespon keluhan dari orangtua murid yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah SMAN 18 Kota Bekasi saya langsung mengecek akun dari anak orangtua ini, dan saya langsung menkonfirmasi melalui aplikasi messanger whatsapp ke KCD Wilayah III Jawa Barat. Ujar ny
di tambahkan Fransiskus Leonardo, Ketika di cek melalui akun dari anak orangtua tersebut dengan PPDB Online Jabar, saya ikuti alur yang ada dari datanya yang sudah didaftarkan sejak tanggal 25 Juni 2021, ada tulisan “Status pendaftaran anda Belum Diperiksa”.
saya tanya RSK apakah sudah mencoba datang ke sekolahannya ? jawab nya sudah datang Ke sekolah tujuan untuk bertanya keluhan, tetapi kata security pihak sekolah secara garis besar operator WFH. Jelas nya menirukan keterangan RSK
Masih menurut Fransiscus Leonardo, saya coba konfirmasi ke Kacab Wilayah III Jawa Barat, di katakan Asep Ka KCD : “Berdasarkan jadwal Verifikasi dilakukan pada tanggal 3, 5 dan 6 juli 2021, tapi secara bertahap sudah dilakukan sejak hari ini, nanti saya sampasikan kepada panitia, pendaftran dilakukan online karena banyak operator SMA & SMK Negeri yang kena covid, agar tidak menular kepada yang lain, maka pendaftaran onlilne, Menurut in formasi kepseknya , operator SMAN 18 Kota Bekasi sedang isolasi mandiri, internet d rumahnya rada lelet, mohon bersabar”. Papar nya
di katakan Fransiscus Leonardo, setelah medapatkan keterangan dari Asep selaku Ka KCD, menurut hemat saya, PPDB Online yang dilakukan di Jawa Barat tidak efisien, dikarenakan :
1. Sistem PPDB Online yang dibuat tidak mempermudah warga jawa barat dalam proses penerimaan siswa. Karena setiap orangtua yang ingin anaknya masuk ke sekolah yang didaftar memiliki ekspektasi atau harapan agar anaknya yang di daftar sudah terproses, dan orangtua setidaknya menjadi tenang. kan kalau melihat dari kronologisnya, tanggal 25 Juni 2021 hingga tanggal 1 Juli 2021 anaknya masih belom terproses, jadinya membuat orangtua datang kesekolahannya untuk bertanya, hal inikan bisa menimbulkan kerumunan. Kan jadinya kaya yang dibilang pak kacab itu sendiri, banyak operatornya yang kena covid 19.
2. Kalau pun sistem yang sudah dibuat harus menunggu untuk diproses, seharusnya pada setiap sekolah sudah memikirkan cara untuk social distancing atau jarak yang berdekatan antara orangtua murid atau keluarga yang ingin mendaftarkannya berjaga jarak dengan operator, di meja operator dibuatkan plastik untuk membatasi. Sekarang jadinya banyak operatornya yang kena ata terinfeksi covid 19. Bikin meningkat aja covid di Kota Bekasi, coba siapa yang harus bertanggung jawab ?.
3. Operator di SMAN 18 sedang pada isolasi mandiri, internet dirumahnya rada lelet, mohon bersabar. pertanyaan saya mau kemana orangtua harus bertanya kalau melihat anaknya belum terproses, apalagi disuruh menunggu bersabar dan di tambah dengan lelet nya jaringan internet, jadi memperlambat, dan membuat para orangtua yang ingin mendaftar jadi tidak tenang atau resah.
Seraya ditambahkan juga oleh Leo, sapaan akrabnya, saya menduga Kepala Cabang Wilayah III Jawa Barat untuk perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat telah gagal, dan menjadi penyebab Meningkatnya penyebaran Covid 19 di Provinsi Jawa Barat. Untuk itu saya meminta kepada Gubernur atau Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk segera mengganti atau copot kepala Cabang Wilayah III Dinas Pendidilan Bekasi, tuturnya.
Saat di minta tanggapan Asep selaku Ka KCD wilayah 3 nya via WA .mengatakan Pelaksanaan pendaftaran berjalan baik, hingga tgl 1 juli 2021 jam 19.30 d wilayah 3 siswa yg mendaftar sebanyak 48.722 siswa. Dari sebanyak itu hanya 6,9 % sdg d periksa masih dalam proses, dan sdh 93,1 % sdh di setujui dan layak seleksi, sebenarnya berdasarkan juknis verifikasi itu tgl 3, 5 san 6 juli 2021, itu berlaku untuk seluruh jawa barat. Dari seluruh jawa barat diwilayah 3 lah yg paling banyak jumlah pendaftar PPDB. Jawab nya. ( Hisar )

