sWara45 | Tangerang – Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai acara penutupan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nirwana Citra UIN Jakarta Semester 6 yang dilaksanakan di Desa Pete, RW 03, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Rabu (27/8/2025).
Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan ini resmi ditutup dengan kehadiran perwakilan Desa Pete, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar RW 03. Selama masa KKN, mahasiswa tidak hanya berbaur dengan masyarakat, tetapi juga melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua RW 03 Desa Pete, Rahmatullah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kontribusi mahasiswa.
“Kami merasa bangga dan berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa UIN Jakarta. Selama satu bulan mereka tidak hanya hadir sebagai tamu, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar RW 03. Banyak kegiatan positif yang mereka lakukan, mulai dari pendidikan hingga pemberdayaan masyarakat. Semoga kenangan kebersamaan ini menjadi bekal berharga bagi mereka di masa depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Rahmatullah juga menunjukkan kepeduliannya terhadap warga dengan memberikan santunan kepada janda dan kaum jompo menggunakan dana pribadi.
“Ini bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian kami kepada masyarakat. Semoga santunan kecil ini bisa bermanfaat dan menjadi pengikat kebersamaan kita,” tambahnya.
Dosen pembimbing lapangan KKN Nirwana Citra, Fardiana Fikrya, M.Ud., juga memberikan apresiasi sekaligus permohonan maaf.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Pete yang telah menerima mahasiswa dengan penuh kehangatan. Kepedulian masyarakat terhadap pendidikan sangat luar biasa. Saya juga memohon maaf jika selama kegiatan terdapat kekurangan, karena di sini mahasiswa banyak belajar, baik sebagai calon pendidik maupun membangun kedewasaan diri,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok KKN Nirwana Citra, Sapriadi, tak kuasa menahan haru saat menyampaikan pesan perpisahan.
“Kami diperlakukan seperti keluarga di Desa Pete, khususnya di lingkungan RW 03. Banyak pelajaran berharga yang kami dapat, dan kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kasih sayang masyarakat,” katanya dengan mata berkaca-kaca.
Perwakilan Desa Pete, Jeri, menegaskan bahwa kontribusi mahasiswa KKN sangat berarti bagi masyarakat.
“Setiap pertemuan pasti ada perpisahan. Terima kasih atas pengabdian yang sudah diberikan. Salah satu peninggalan yang sangat berharga adalah perpustakaan mini atau pojok baca di sekretariat RW 03. Ini menjadi jendela dunia bagi masyarakat kami,” ungkapnya.
Acara penutupan KKN ini ditutup dengan doa bersama, pemberian santunan, foto kenangan, serta pesan harapan agar tali silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat tetap terjaga meski masa KKN telah berakhir.
(DEDI)

