sWara45 | Kabupaten Tangerang -Proyek pembangunan Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, yang menelan anggaran miliaran rupiah dari APBD, menuai sorotan tajam. Ketua Forum Media Cisoka (FMC) menilai lemahnya pengawasan proyek pemerintah ini dapat menjadi contoh buruk manajemen pembangunan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Kamis (14/08/2025), Ketua FMC mengungkapkan adanya dugaan pembiaran terhadap pelanggaran teknis di lapangan.
“Pengawas seharusnya memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi, namun yang terlihat justru seolah membiarkan pelanggaran terjadi,” ujarnya.
Fakta di lapangan menunjukkan beberapa kejanggalan, seperti pengecoran yang dilakukan saat hujan tanpa perlindungan penutup, serta material yang dibiarkan tercecer di lokasi. Padahal, pengecoran dalam kondisi hujan tanpa pengendalian dapat menurunkan mutu beton dan berisiko terhadap kekuatan bangunan.
Lebih disayangkan lagi, tidak terlihat adanya tindakan tegas seperti teguran, penghentian sementara, atau instruksi perbaikan dari pihak pengawas maupun konsultan. Hal ini memunculkan dugaan adanya “pembiaran terencana” atau bahkan potensi kolaborasi antara pihak pengawas, kontraktor, dan oknum dinas terkait demi kepentingan tertentu.
Ketua FMC menegaskan bahwa lemahnya pengawasan dapat berimplikasi hukum.
“Ini bukan sekadar kelalaian teknis. Bila terbukti ada pembiaran yang merugikan keuangan negara, itu bisa masuk ranah pidana. Aparat penegak hukum perlu memeriksa semua pihak terkait, termasuk pejabat pemberi tugas,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa jika situasi ini dibiarkan, GSG Cisoka berpotensi menjadi bangunan dengan kualitas rendah yang akan membebani APBD dua kali—saat pembangunan dan saat perbaikan.
“Lebih parah lagi, lemahnya pengawasan akan menjadi preseden buruk yang menggerogoti kepercayaan publik terhadap proyek pemerintah,” pungkasnya
(DEDI)

