Berita

Penerapan Pola Organik Hasil Panen Melimpah “Kata Ketua Kelompok Tani Mekar IV Desa Cijulang Cihaurbeuti

×

Penerapan Pola Organik Hasil Panen Melimpah “Kata Ketua Kelompok Tani Mekar IV Desa Cijulang Cihaurbeuti

Sebarkan artikel ini

sWara 45.Com.Ciamis-Kelompok Tani Mekar IV yang berada di Desa Cijulang Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, merupakan salah satu kelompok tani yang mengikuti program pola tanam padi organik , yang merupakan program pemerintah khususnya kementrian Pertanian

Ketua Kelompok Tani Mekar IV.
H.Samsul Romli Al-Khumaeni Saat di wawancara sWara45.Com.usai mengikuti Acara Sekolah lapang tentang Telemtik organik, langsung di hadiri Bupati Ciamis Dr H.Herdiat Sunarya pada senin 10/7/2023.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Alhamdulillah dengan mengikuti pola tanam organik ada selisih hasil dalam setiap kali panen.
Hal ini menunjukkan bahwa salah satu manfaat menerapkan pertanian organik yaitu hasil yang didapatkan meningkat.

Melihat adanya peningkatan hasil panen dari pelaksanaan budidaya tanam menggunakan pola organik ini,Petani menjadi lebih tertarik dan bisa mendapatkan hasil yang memuaskan, untuk meningkatkan pendapatan,guna meningkatkan kesejahteraan para petani khususnya di Kecamatan Cihaurbeuti.

Sementara itu Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya mendorong kepada para generasi muda di Kabupaten Ciamis untuk menjadi petani milenial sebagai regenerasi dari para petani yang ada saat ini.

Pasalnya Ia menilai generasi muda saat ini setelah menyelesaikan pendidikan formalnya lebih memilih berangkat ke kota kita besar untuk bekerja di pabrik-pabrik ataupun di perusahaan.

Padahal menurutnya bidang pertanian ini mempunyai peluang yang sangat besar jika mampu mengelolanya dengan baik, terlebih Kabupaten Ciamis telah dianugrahi keadaaan alam yang luar biasa oleh sang pencipta.

“Generasi muda kita usia 18 sampai 25 tahun setelah sekolah lari ke kota-kota besar bekerja di pabrik maupun di perusahaan, padahal kita mempunyai peluang luar biasa di bidang pertanian, asal kita tekun, ” ucap Bupati.

Ia berharap melalui pemerintah kecamatan maupun desa agar mengaktifkan kembali para petani milenialnya, mengingat kebanyakan yang menjadi petani saat ini adalah mereka yang sudah sepuh.

“Harus ada regenerasi, jangan yang bertani itu sepuh-sepuh terus, tapi harus diciptakan petani muda,” Tandasnya.
(Lili Romli )

Berikan Komentar