SWara45.com .Ciamis.
Seperti yang sudah diketahui bersama bahwa dalam kurikulum di sekolah ada pendidikan karakter. Dalam kurikulum merdeka saat ini pendidikan karakter lebih ditonjolkan supaya dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan yang berkualitas.
Adanya pendidikan karakter ditujukan untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki karakter mulia, kompeten, dan bermoral sekaligus membekali siswa dengan kecerdasan emosi.
Jadi dengan Kurikulum Merdeka guru tidak hanya dituntut membawa arah pembelajaran di kelas menjadi bermakna, efektif, dan menyenangkan saja, tetapi juga didorong untuk terus menggali potensi dirinya agar berkarakter dengan baik.
Teringat pada pepatah bijak “guru kencing berdiri, murid kencing berlari” secara sederhana pepatah tersebut mengandung makna bahwa murid akan mencontoh perilaku gurunya.
Berhubungan dengan pendidikan karakter, seharusnya guru terlebih dahulu yang mempunyai karakter baik agar murid bisa mencontohnya.
Hal sederhana yang dialami oleh salah satu jurnalis swara45.com di SD Negeri 1 Baregbeg Kecamatan Baregbeg ternyata para guru belum bisa memberi contoh berkarakter yang baik.
Kedatangan jurnalis swara45.com sebagai tamu pun para guru malah asyik bermain hp masing-masing. Jangankan menyambut tamu dengan baik, bertanya tujuan dan asal pun tidak sama sekali.
Apakah sikap guru seperti itu mampu memberikan contoh baik sesuai yang terkandung dalam pendidikan karakter pada siswa sementara sikap gurunya juga tidak bisa mencerminkan karakter yang baik?
Mungkin hanya cukup memenuhi administrasi mengajar saja tercapainya pendidikan karakter siswa, tanpa adanya hasil karakter siswa jadi lebih baik dengan ditunjang sikap guru yang jadi contoh.
Dalam hal ini kepala sekolah yang harus berperan aktif terhadap para guru.(Galih Santika/Lili Romli)

