Berita

Penambangan Pasir Kwarsa Di Baksel Di keluhkan Pengelola Wisata

×

Penambangan Pasir Kwarsa Di Baksel Di keluhkan Pengelola Wisata

Sebarkan artikel ini

Swara45.com-Penambangan pasir kwarsa yang berlokasi di kali Cimapamulan, Kampung Pulo Manuk, Desa Darmasari, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak- Banten, di keluhkan warga dan pengelola wisata, kawasan hutan pantai lahan perum perhutani.

Pasalnya ,selain di duga belum memiliki ijin yang resmi, penambangan sistim sedot ini pun dinilai berdampak kepada kelestarian alam.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Hal itu di keluhkan oleh pegawai perusahaan pengelola wisata hutan pantai pulo manuk, lantaran menimbulkan dampak kepada beberapa sarana wisata, salah satunya air laut menjadi keruh.

“Kolam renang yang kami kelola kesulitan untuk mengambil air laut, ketika kami akan melakukan penggantian air kolam,Ya, kami merasa terganggu dengan ada penambangan pasir kwarsa di situ, sebab sudah menimbulkan keruh, dan hampir tiap hari, kami sangat kesulitan jika hendak mengganti air kolam renang yang kami kelola,” ketus salah satu pegawai wisata Kaka kepada wartawan,Rabu (23/6/2021).

Hal yang sama juga dkeluhkan pengelola wisata hutan pantai Perum Pulo Manuk, Eko Priono.ia menuturkan ,selain kesusahan untuk kebutuhan air pengganti kolam renang, keruhnya air laut di muara Kali Cipamubulan yang di duga di timbulkan dari Penambangan pasir kwarsa dengan nama perusahaannyapun tidak jelas.

“Ini sangat mengganggu tempat pemandian air laut, yang sebagai terapi bagi beberapa penyakit, termasuk beberapa virus, air laut ini bisa menyembuhkannya, maka ketika ini sudah terkontaminasi, ini jelas sangat mengganggu para wisatawan yang akan mandi,” ujar Eko.

Ditambahkan Eko, dampak yang di timbulkan dari Penambangan pasir kwarsa/ Silica dengan sistim sedot itu, dapat menimbulkan dampak sendimentasi sungai, atau pendangkalan di bagian muaranya.

” Dampak dari sendimentasi ini jelas, mengganggu juga bagi nelayan yang menambatkan perahunya di muara sungai,” papar Eko.

Sementara hasil investigasi di lokasi,nampak terlihat aktivitas yang tidak ada papan informasinya,yang ada hanya satu buah alat berat exavator, beberapa bak penampungan pasir di saat penyedotan, dan beberapa buah jerigen yang di duga tempat BBM jenis Solar, karena tidak terlihat Tanki duduk tempat biasanya untuk penyimpanan BBM yang resmi, dan sesuai aturan.

Melalui Whats Appnya Kasat Pol PP Kecamatan Bayah Akhmad,saat di konfirmaai mengaku belum mengenali pengelola penambang pasir kwarsa tersebut.

“Saya belum kenalan ke para pengusaha, jadi belum apal,dan saya akan cari info dulu”ujarnya singkat.(Didin)

Berikan Komentar