Berita

Pemerintah kecamatan Pasar Kemis dinilai Tutup Mata, Warga Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya

×

Pemerintah kecamatan Pasar Kemis dinilai Tutup Mata, Warga Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Kabupaten Tangerang – Jalan Leles di RT 07/RW 04, Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, masih mengalami kerusakan parah tanpa perhatian serius dari pemerintah setempat. Jalan ini dipenuhi lubang yang kerap tergenang air, sehingga membahayakan pengendara, terutama di turunan Jembatan Leles yang menjadi titik rawan kecelakaan.

Kerusakan terjadi di berbagai titik, mulai dari pinggir hingga ke tengah jalan. Pengendara harus ekstra hati-hati, terutama saat hujan turun dan genangan air menutupi lubang-lubang di jalan.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Banyak pengendara tergelincir karena jalan rusak tertutup air. Biasanya saat malam hari dan hujan turun,” ujar Ketua RT/RW setempat, didukung Ketua Forum Masyarakat Leles Peduli (FMLP) serta warga sekitar, Rabu 12/3/2025.

Meskipun kondisi jalan semakin memburuk dan sering terjadi kecelakaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) belum juga mengambil tindakan perbaikan. Akibatnya, warga setempat yang tergabung dalam Forum Masyarakat Leles Peduli (FMLP) berinisiatif memperbaiki jalan secara swadaya dengan dana dari para donatur.

“Kami akan segera memperbaiki jalan rusak di Turunan Jembatan Leles, termasuk jalan penghubung Leles-Pasar Kemis hingga tembus ke Sepatan. Perbaikan dilakukan dengan metode pengecoran setebal 17 cm,” jelas Sawal, salah satu penggerak FMLP.

Warga secara gotong royong mengumpulkan dana dan melakukan pengecoran manual, karena merasa terpanggil oleh banyaknya kecelakaan yang terjadi akibat kondisi jalan yang menurun tajam dan berlubang.

“Pemerintah seolah menutup mata terhadap kondisi ini. Kami sudah sering mengusulkan perbaikan, tapi tak kunjung direalisasikan. Akhirnya, kami ambil tindakan sendiri,” tambahnya.

Dalam suasana bulan suci Ramadan, kerja bakti ini juga menjadi bentuk kepedulian warga untuk keselamatan pengguna jalan. Dengan dana swadaya yang mencapai belasan juta rupiah, masyarakat bahu-membahu agar jalan yang selama ini diabaikan pemerintah bisa kembali layak digunakan.

(DEDI)

Berikan Komentar