sWara45 | Tangerang — Proyek pembangunan saluran U-Ditch di depan SMPN 1 Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, menuai kritik tajam dari masyarakat. Pekerjaan yang dibiayai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten itu dinilai tidak efektif dan terkesan hanya menghabiskan anggaran tanpa memberikan solusi nyata bagi warga sekitar.
Ketua Barisan Aktivis dan Advokasi Keluarga Banten (Badak Banten Perjuangan), Anthoni, mengatakan bahwa secara konsep proyek tersebut seharusnya dapat mengatasi banjir yang kerap melanda kawasan sekolah dan Puskesmas. Namun, hasilnya justru jauh dari harapan.
“Kami berterima kasih atas perhatian pemerintah. Tapi kenyataannya, pembangunan ini hanya melanjutkan saluran lama tanpa memperbaiki yang sudah mampet. Air tetap tidak mengalir, banjir masih terjadi,” ujar Anthoni saat ditemui di Tigaraksa, Jum’at (17/10/2025).
Ia menilai pelaksanaan proyek itu tidak menyentuh akar persoalan, bahkan tidak memberikan perubahan signifikan. Meski sudah selesai dikerjakan, genangan air di depan SMPN 1 Tigaraksa tetap terlihat saat hujan turun.
“Anggaran besar keluar, tapi manfaatnya tidak terasa. Ini terkesan hanya menghamburkan uang rakyat,” tambahnya.
Anthoni menyebut pihaknya akan segera bersurat dan meminta audiensi ke Pemerintah Provinsi Banten untuk mengevaluasi proyek tersebut. Ia menegaskan pembangunan infrastruktur harus berdasarkan kajian teknis yang jelas agar dana publik tidak terbuang sia-sia.
“Kami berharap proyek ini dikaji ulang, agar benar-benar bisa mengatasi banjir dan tidak hanya formalitas anggaran,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, H. Eli Sahroni, menilai proyek ini menunjukkan lemahnya perencanaan dari pihak pelaksana. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang tidak memberikan manfaat langsung kepada masyarakat harus menjadi perhatian serius pemerintah.
“Ini bukan pembangunan yang solutif, tapi sekadar proyek tahunan. Kami minta diusut tuntas, dan kalau tidak ada tindak lanjut, kami siap turun aksi,” kata Eli Sahroni.
Ia menambahkan, setiap rupiah yang digunakan berasal dari uang pajak rakyat, sehingga wajib dipertanggungjawabkan dengan transparan dan berorientasi pada kepentingan publik.
“Uang rakyat jangan dihamburkan untuk pekerjaan yang tidak menyelesaikan masalah. Pemerintah harus turun tangan dan evaluasi total,” tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas PUPR Provinsi Banten belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan ketidakefektifan proyek U-Ditch tersebut. Warga berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan agar saluran air benar-benar berfungsi dan dapat mencegah banjir di wilayah Tigaraksa. (dedi)

