sWara45 | TANGERANG – Pembangunan sistem pengolahan air limbah (SPAL) di Desa Pasir Ampo, Kresek, Kabupaten Tangerang tengah disorot.
Dugaan pembangunan yang diduga asal-asalan dengan tidak adanya papan informasi dilokasi (27/06/2023) menguatkan dugaan tersebut, ditambah adanya pembangunan batu lama yang tidak dibongkar namun hanya ditempel semen baru, menambah keraguan akan kualitas dari pembangunan tersebut.
Publik menuntut pengawasan yang lebih ketat dari pihak terkait, yang di duga pembangunan bersumber dari Dinas Perkim Kabupaten Tangerang (menurut informasi pembangunan ini anggaran Rp 150juta [P2WKSS]).
Dugaan adanya indikasi kesengajaan dalam pengerjaan proyek ini semakin mengerucut. Publik pun bertanya-tanya, apa motive pihak Dinas dalam membiarkan pembangunan ini berjalan tanpa pengawasan yang memadai, terutama mengingat proyek ini dibiayai dari pajak masyarakat.
“Kami merasa dinas terkait membiarkan pembangunan ini tanpa pengawasan. Ini harus dilaporkan jika dinilai sudah merugikan masyarakat dan uang negara yang disinyalir tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” ungkap Anthoni, Ketua Barisan Aktivis Dan Advokasi Keluarga Banten (Badak Banten Perjuangan) DPC Kab Tangerang.
Hal ini didasari kenyataan bahwa tidak adanya papan informasi mengenai proyek pembangunan Spal di Wilayah Desa Pasri Ampo Kresek, selasa (27/06/2023) Selain itu, terdapat pula bahwa batu lama dari proyek tersebut tidak dibongkar melainkan hanya ditempeli semen/adukan baru.
Anthoni juga menambahkan bahwa absennya pengawasan dari pihak instansi terkait menambah kuat dugaan pembangunan yang asal-asalan.
Pembangunan SPAL ini dalam klaimnya adalah untuk kepentingan masyarakat. Namun dengan dugaan ini, perlu dilakukan pengecekan dan peninjauan serius demi kepastian alokasi dan penggunaan dana yang akurat serta transparan. Peran serta masyarakat dalam pengawasan pembangunan menjadi hal kunci dalam upaya mencapai pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan, tutur Anthoni.
Sayangnya dilokasi tidak ada yang bisa dikonfirmasi terkait pembangunan SPAL di desa Pasir Ampo ini, hanya para pekerja yang ditanya hanya menjawab tidak tahu. Kami berharap temuan ini dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi pembelajaran agar insiden serupa tidak terus terulang di masa depan, tutupnya. (Rian)

