sWara45 | Tangerang – Kegiatan Proyek Saluran Pembuangan Air Limbah ( SPAL) di kampung Bojong RT 002/001 desa Pasir Ampo kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang Menuai kritikan dari PK LSM Trisula Bakti Nusantara.pada Sabtu /06/12021
Berdasarkan hasil pantauan beberapa Awak media serta LSM PK LSM Trisula Bakti Nusantara, Pasalnya proyek SPAL tersebut menggunakan anggaran pemerintah.yang terdapat dari pajak masyarakat melalui anggaran Desa Terlihat kegiatan tersebut diduga asal jadi.
Saat meninjau di lokasi kegiatan, Papan proyek yang dipasang tidak akurat karena tidak tertera untuk volume Tinggi x Lebar di tertera hanya Volume Panjangnya saja, sementara Tinggi Dan lebar nya tak tercantum Dalam Spek
Hal ini di katakan Kartusi Selaku Kabid Keamanan PK LSM Trisula Bakti Nusantara Kabupaten Tangerang, merasa tidak beres dengan kegiatan pembangunan SPAL yang berada di kampung Bojong RT 002/001 Desa Pasir Ampo kecamatan Kresek ini.
” Kegiatan macam apa ini, kok pengerjaannya asal jadi aja, untuk pemasangan batu nya tidak di gali, kemudian batu kalinya hanya di tumpuk tumpuk di duga untuk mengurangi material beton dengan tujuan mempercepat kegiatan” ujarnya.
Kartusi menambahkan ” Kami sebagai masyarakat serta putra daerah Kecamatan Kresek, sudah jelas pihak pelaksana diduga telah membodohi masyarakat karena kegiatan ini sudah jelas tujuannya untuk meraup keuntungan dari pada mementingkan kualitas dan mutunya” Jelas Kartusi
Saat di Konfirmasi secara langsung oleh Kartusi selaku PK LSM Trisula Bakti Nusantara di tempat Kegiatan poyek SPAL yang berada di kampung Bojong RT 002/001 ini, menurut pelaksana Tehnik Kegiatan ( PTK) Desa Pasir Ampo mengatakan, volume dengan panjang 200 meter Kiri kanan, Lebar 80 Cm, Tinggi 50 Cm ujar Pelaksana kegiatan.Sementara cek pisik Dilapangan Tidak sesuai spek Tinggi cuma 40 cm.terangnya.
Namun Kartusi Menambahkan, Di duga ada kelalaian mungkin juga pembiaran dari pihak terkait di mana masih adanya kegiatan pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang yang masih kurang transparan dalam memberikan informasi terkait pembangunan SPAL dan juga kegiatan lainnya.
“Karena dugaan untuk menutupi anggaran kegiatan tersebut agar masyarakat sebagai sosial kontrol diduga bisa di kelabui alias di bohongi”, ujarnya.
Kepala Desa pasir ampo saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak ada respon hingga Ditemui Kekantor desa pun tidak ada di tempat,tutupnya.
(Rian)

