Bandung Barat – sWara45.com – Proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) yang di anggarkan sebanyak 2,9 M yang diduga pengerjaannya terkesan asal-asalan.
” Pasalnya, secara kualitas material yang di gunakan untuk membangun RKB tersebut disinyalir tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar.
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, seharusnya proyek tersebut dalam pelaksanaanya sesuai dengan RAB dan gambar.
Seharusnya besi yang digunakan itu besi 16 inc bukan besi campuran untuk pondasi. Terus pasir juga harus pasir hitam bukan pasir asal asalan,” ujarnya.
Saat tim investigasi kelapangan di temukan adanya beberapa kejanggalan diantaranya. Gambar mulai dari pondasi sampai bangunan tidak di pajang melainkan hanya di simpan dan di lipat.
Papan proyek bukannya di pajang di luar melainkan di simpan di tempat yang tidak layak. Di tutupi oleh seng, pasir bukannya pasir cor melainkan pasir ayak.
Saat dikonfirmasi melalui telephone cellulernya,” Purba selaku pelaksana dari CV. Tjandra Winata Karya yang beralamat kantor di BSD Anggrekloka Sektor ll. 3 Blok AX No. 2 kelurahan Rawa Buntu Kecamatan Serpong Tangerang Selatan Provinsi Banten. Jumlah pagu anggaran untuk Ruang Kelas Baru (RKB) sebesar Rp. 2.925.298.000,00,” Ujarnya. Rabu (31/05)
Mengenai bahan material itu sudah sesuai dengan RAB silahkan check ke lokasi, disinggung terkait masalah papan proyek, Purba mengatakan kalau papan proyek, kalau di pajang di luar proyek takut rusak oleh anak sekolah,” ujarnya.
Menurut pemerhati sekolah Rahmat mengatakan seharusnya pihak pemborong itu ada keterbukaan terkait papan proyek karena kalau diumpetin apalagi tidak di pasangkan itu sudah melanggar PP No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), karena anggaran tersebut menggunakan anggaran negara. Bukanlah menggunakan anggaran pribadi, jadi jelas sekali harus adanya transparansi biar semua publik mengetahui.
Baik bahan material atau yang lainnya harus sesuai dengan RAB dan gambar, apalagi kalau RAB nya di pajang itu lebih bagus. Bukanlah alasan takut di copot sama siswa, itu hanya suatu alasan yang sangat kurang masuk diakal dan logika, ” Tegasnya.

