Berita

Pembangunan D.I Kronjo Satu Dari DBMSDA Kab Tangerang Di Duga Tanpa Pengawasan

×

Pembangunan D.I Kronjo Satu Dari DBMSDA Kab Tangerang Di Duga Tanpa Pengawasan

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Tangerang – Pembangunan D.I Kronjo 1 dengan anggaran Rp 1.193.487.200 dengan pelaksana dari CV BETAS dari Binamarga dan SDA Kabupaten Tangerang diduga tanpa pengawasan, jumat (02/09/2022).

Menurut salahsatu pekerja, pembangunan ini sudah berlangsung satu bulan lebih dan ketika ditanyakan papan anggaran Ia menjawab tidak tahu.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Pekerjaan ini pun diduga tidak menerapkan standard K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), sebagaimana diamanatkan di pasal 83 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.

Selang beberapa lama kemudian mandor dari pembangunan ini datang ke lokasi karena dihubungi, dan membantah dengan menunjukan photo-photo di ponselnya bahwa pekerja di lengkapi dengan baju safety, namun kenyataannya dilokasi (02/09/2022) kami tidak melihat apa yang telah ditunjukan oleh mandor tersebut terkait perlengkapan safety pekerja.

Ia pun beralasan, bahwa hari ini kemungkinan gerah dan tidak nyaman, makanya tidak digunakan, lalu wartawan sWara45 pun pertanyakan terkait papan anggaran/proyek, lagi-lagi mandor tersebut berdalih ada dibawah, kemarin dipasang lalu tertiup angin ujarnya.

Ketika dipertanyakan siapa PPTK nya, Mandor pun menjawab kurang tahu, karena Ia ditugaskan bukan di lokasi ini, ujarnya.

Sebelumnya wartawan sWara45 mendapatkan kiriman Video dari salahsatu warga di desa Pasir kecamatan Kronjo yang menunjukan dalam video tersebut tentang rapuhnya salahsatu bangunan diduga kurangnya semen, saat dikonfirmasi hal tersebut mandor pun menjawab bahwa itu adalah Video lama dan sudah diperbaiki, ujarnya didalam pesan WhatsApp.

Anthoni Ketua DPC-RJN (Ruang Jurnalis Nusantara) Kabupaten Tangerang menyayangkan pembangunan ini yang diduga asal saja dalam pembangunan yang menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD.

Video kiriman warga tersebut menunjukan kurangnya pengawasan, bagaimana jika masyarakat tidak peduli tentang pembangunan yang diperuntukan bagi kepentingan persawahan diwilayahnya, apakah dibiarkan saja, ucap Anthoni.

Kami mengapresiasi dengan kepedulian warga dengan mengontrol pekerjaan ini yang diduganya kekurangan semen pada saat itu, namun menurut pengakuan warga tersebut ia juga sempat bersitegang dengan mandor karena mengambil video di tempat umum, aneh tutur Anthoni, seharusnya mandor tersebut mengucapkan terimakasih sudah diingatkan karena selain warga setempat, ia juga salahsatu jurnalis HorizontalNews dan juga anggota dari Forum Saung Angon, ungkap Anthoni.

Apa yang kami dapatkan hari ini(02/09/2022) dan beberapa informasi dari warga setempat sudah cukup untuk mempertanyakan hal ini ke Dinas Binamarga dan SDA kabupaten Tangerang dimana pengawasan dinas terkait, dan kenapa Papan Anggaran yang jelas-jelas diwajibkan tidak terpasang, apapun alasannya seharusnya pengawas atau PPTK mengetahui aturan tersebut, tutur Anthoni. (Dedi-Rian-Beni)

Berikan Komentar