Berita

PAN Diserang Bertubi-tubi, Aktivis 98 Menduga Ada Operasi “Luar-Dalam”

×

PAN Diserang Bertubi-tubi, Aktivis 98 Menduga Ada Operasi “Luar-Dalam”

Sebarkan artikel ini

sWara45 Jakarta,— Partai Amanat Nasional (PAN) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kader dan struktur partainya mendapat serangan isu secara bertubi-tubi. Tidak hanya menyasar tokoh-tokoh yang berada di posisi strategis, mulai dari Eko Patrio, Uya Kuya, hingga Zita Anjani, namun juga institusi partai seperti DPW PAN Jawa Barat, Selasa 23/09/2025.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis 98, Lutfi Nasution, menduga bahwa rangkaian serangan ini bukan terjadi secara kebetulan. Menurutnya, pola yang muncul terlihat sistematis dan terorganisir.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Saya menduga upaya ini memang by design. Gerakannya masif dan terstruktur, seolah ada pihak yang ingin melemahkan PAN dari bawah lebih dulu, baru kemudian menyasar ke atas, termasuk Ketum PAN,” ujar Lutfi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Lutfi yang juga merupakan salah satu pendiri Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) menyoroti kasus yang menimpa Zita Anjani. Zita, yang menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, sebelumnya dijadwalkan menjadi pembicara kunci dalam seminar Magister Pariwisata Universitas Padjadjaran (UNPAD) pada 26 Juni 2025, namun batal hadir.

“Yang menguatkan kecurigaan saya, peristiwa di bulan Juni itu baru digoreng besar-besaran di September, bahkan berlarut hingga hari ini. Padahal, Zita sudah meminta maaf secara terbuka kepada pihak penyelenggara,” jelasnya.

Lutfi juga menyinggung tudingan terhadap DPW PAN Jawa Barat yang disebut-sebut mengeluarkan surat terkait penjaringan calon pendamping desa di Kementerian Desa dan PDT, yang kini dipimpin oleh kader PAN.

Menurutnya, isu-isu tersebut semakin memperlihatkan adanya aroma politis.

“Zita sudah klarifikasi, tapi tetap diserang. Ini menunjukkan ada pihak yang sengaja memainkan isu untuk tujuan tertentu,” tambahnya.

Tidak hanya PAN, Lutfi menilai serangan serupa juga dialami Partai Gerindra, partai utama pengusung Presiden Prabowo Subianto. Beberapa tokoh, seperti Sufmi Dasco Ahmad dan Rahayu Saraswati, juga sempat diterpa isu politik.

“Bang Dasco dan Mbak Saras juga jadi sasaran. Bahkan Saras sampai mengundurkan diri sebagai anggota DPR RI setelah videonya dipelintir lawan politik,” ungkapnya.

Lebih jauh, Lutfi menduga bahwa dinamika politik yang memanas ini berkaitan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto melalui agenda Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045.

“Saya mencurigai ada pihak, baik dari dalam maupun luar negeri, yang terganggu dengan visi kerakyatan dan kepentingan nasional yang sedang dibangun Presiden Prabowo,” paparnya.

Aktivis yang juga anggota Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) itu menilai kondisi Kabinet Merah Putih saat ini tidak sepenuhnya solid.

“Musuh politik Pak Prabowo tidak hanya di luar koalisi, tetapi ada juga potensi di dalam koalisi. PAN dan Gerindra sudah kena serangan. Tidak menutup kemungkinan partai lain pun akan menjadi target berikutnya,” tegasnya.
(DEDI)

 

Berikan Komentar