sWara45 | Tangsel – Milad Ke Dua “Kolaborasi” DPC Tangerang Selatan Barisan Aktivis dan Advokasi Keluarga Banten (Badak Banten Perjuangan), Perguruan Silat Kombinasi Gelang Patih dan Paguyuban Silat Tradisi Gunung Sindur, berlangsung ramai dan meriah pada Minggu, 30 Juni 2024.
Acara yang tak terlupakan ini diwarnai oleh berbagai pertunjukan seni budaya pencak silat, yang menghadirkan kehangatan dan kebersamaan di tengah keberagaman.
Lucky Wahyudi, Ketua DPC Tangsel Badak Banten Perjuangan, menjelaskan bahwa milad kali ini mengusung tema “Bersatu dalam Perbedaan.”
Milad yang dilaksanakan di Gunung Sindur, Bogor dihadiri lebih dari 30 perguruan silat sejabotabek. Semua perguruan yang hadir memberikan kontribusi luar biasa dalam atraksi pencak silat, tutur Lucky.
Alhamdulillah, acara ini berhasil mencapai tujuan kami, yaitu menyatukan para pecinta seni bela diri dalam satu panggung untuk memamerkan keterampilan dan persahabatan mereka.
Kami sangat bersyukur acara ini berjalan sesuai rencana. Atas nama penyelenggara Milad ke-2, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan partisipasi teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu,” ungkap Lucky.
Sementara itu, Ketua Umum Badak Banten Perjuangan, H. Eli Sahroni, turut memberikan apresiasi atas kolaborasi yang sukses di milad ke-2 ini. Sinergi antara Badak Banten Perjuangan, Perguruan Silat Kombinasi Gelang Patih, dan Paguyuban Silat Tradisi Gunung Sindur telah menciptakan acara yang mengesankan dan memberikan semangat positif.
Ke depan, diharapkan kerjasama ini dapat terus ditingkatkan untuk memperkuat persatuan dalam keberagaman, ungkapnya.
Milad ini tak hanya menampilkan pertunjukan silat, acara ini juga menjadi ajang untuk lebih mengenal dan memahami warisan budaya serta nilai-nilai tradisional yang kaya dan beragam, Eli Sahroni juga mengajak semua pihak untuk terus melestarikan budaya bangsa.
Pagelaran ini jadi momentum untuk memperkuat tali silaturahmi antara penggiat seni budaya dan Aktivis, Semua elemen yang terlibat menunjukkan dedikasi dan kecintaan mereka pada seni bela diri, yang diharapkan dapat terus berkembang dan dikenal hingga ke generasi mendatang, tutup Eli Sahroni. (AR)

