Berita

Optimisme dan Harapan dari Komunitas Pijat Tunanetra: Kisah Sriyono di Kabupaten Ngawi

×

Optimisme dan Harapan dari Komunitas Pijat Tunanetra: Kisah Sriyono di Kabupaten Ngawi

Sebarkan artikel ini

sWara45| Di sebuah sudut Desa Watualang, Ngawi, ditempati usaha pijat Akupresure dan Massage Sriyono, sebuah kisah inspiratif terungkap. Pada 25 Juli 2024, usaha ini menerima apresiasi melalui surat terdaftar penyehat Tradisional (STPT) Nomor: 446/0001/404.316/STPT/2023. Sriyono, pemilik usaha, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak pemerintah dan dinas terkait atas bantuan pelatihan yang telah diterima.

Melalui pelatihan seperti Pelatihan Akupresure dan Massage berbasis industri dan tenaga kerja pada September 2022 di Gedung Karang Taruna Dinas Sosial Kabupaten Magetan, serta program keterampilan Massage dari Kementerian Sosial melalui Balai Mahatmiya di Tabanan Bali, Sriyono dan rekan-rekannya merasakan upaya nyata untuk meningkatkan kualitas usaha mereka.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Namun, Sriyono tak berhenti di situ. Ia berharap agar pemerintah pusat, daerah, dan dinas terkait terus memberikan perhatian dan pelatihan yang lebih untuk pengembangan usaha pijat, terutama bagi komunitas tunanetra seperti dirinya.

Dukungan dalam bentuk fasilitas sarana dan prasarana yang lebih baik diharapkan dapat mewujudkan pelayanan yang lebih unggul bagi masyarakat.

“Dengan begitu, usaha kami, terutama bagi komunitas tunanetra, dapat semakin meningkatkan kualitasnya dan menghasilkan pendapatan yang lebih baik untuk masa depan,” ungkap Sriyono dengan harapan yang tulus.

Semoga dengan perhatian lebih dari berbagai pihak, komunitas tunanetra dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi semua pihak.(San)

Berikan Komentar