Berita

Oknum Kades di Banjarsari Diduga Aniaya Buruh Sawit Miskin

×

Oknum Kades di Banjarsari Diduga Aniaya Buruh Sawit Miskin

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Lebak – Endang, seorang buruh pemetik kelapa sawit asal Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Mapolsek Banjarsari, Jumat (14/3/2025).

Ia mengaku dianiaya oleh oknum Kepala Desa Kerta Rahayu berinisial THP dan seorang pemilik kebun sawit berinisial U.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Peristiwa bermula saat Endang memanen kelapa sawit di lapak tempatnya bekerja. Namun, tanpa sadar, ia turut memetik tiga tandan sawit dari kebun milik U, yang berbatasan dengan tempatnya bekerja.

Ketika perbuatannya diketahui, Endang dibawa ke kantor desa untuk dimintai pertanggungjawaban. Di sana, ia bertemu dengan THP dan U, yang diketahui masih berkerabat. Menurut Endang, ia mengalami intimidasi hingga penganiayaan.

“Endang sudah mengakui kesalahannya dan siap membayar Rp1 juta sebagai ganti rugi, sesuai kemampuannya. Namun, bos sawit menuntut Rp5 juta dan mengancam akan melaporkannya ke polisi jika tidak dibayar,” ujar Eli Sahroni, pendamping Endang.

Karena tak sanggup membayar jumlah tersebut, Endang pasrah. Namun, ia justru mendapat perlakuan kasar. “Endang dilempar benda keras oleh kepala desa hingga mengenai badannya, lalu matanya ditinju oleh bos sawit,” tutur Eli.

Merasa menjadi korban penganiayaan, Endang menghubungi Eli untuk meminta pendampingan dalam membuat laporan ke polisi. “Endang ini warga miskin dan awam hukum, jadi kami dampingi. Saat ini, visum sudah dilakukan dan laporan sedang diproses di Polsek Banjarsari,” ujar Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan itu.

Eli berharap kepolisian menangani kasus ini secara profesional. “Kami akan mengawal kasus ini agar proses hukum berjalan adil. Kasihan Endang, sudah mengakui kesalahan, tapi tetap dianiaya,” tegasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, Kapolsek Banjarsari, AKP Rahmat, belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan.

(Dedi)

 

 

Berikan Komentar