sWara45 | Bekasi – Dampak dari pademi covid yang berkepanjangan yang mengakibat kan sulit nya perekonomian bagi seluruh lapisan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari
Kedati demikian situasi sulit ekonomi tidak menjadi pertimbangan buat para oknum calo di KUA di Kec Tambun Utara demi mencari keuntungan pribadi & kelompok nya tanpa mempedulikan permohonan dari korban nya
Seperti hal nya yang di alami salah satu pasutri Ipan Supandi & Devi Octavia Syahfitri dalam keterangan kronologis singkat nya mengatakan,
Saya nikah pada tanggal 20 Oktober 2021 hanya diberikan surat pernyataan perkawinan menurut syariah islam Hanya berikan 2 lembaran kertas, Yang di tuliskan pada kertas buku akan di proses. Ujar nya.
Masih lanjut Ipan, saya di suruh sediakan dana oleh oknum RT yang berinisial Hsn biar buku jadi sebesar 1.500.000 namun, saya hanya memiliki dana 1.000.000 rupiah dan bila membayar sisanya buku baru akan bisa diambil, namun saya sulit untuk mengurus akte anak nanti dan saya sangat memohon untuk di keluarkan buku nikah, karena kami tidak mempunyai dana lagii.Papar nya
Terpisah saat di minta komentar nya via WA Ka KUA Kecamatan Tambun Utara H. Dede Suhono prihal keluhan yang di sampaikan Ipan mengatakan, Saya tidak pernah menerima pendaftaran nikah atas nama tersebebut,tidak pernah menikahkan yg bersangkutan apalagi menahan akta nikahnya,mohon cek lagi kesiapa daftarnya, siapa yang melakasanakannya. Jawab nya
Saat sWara45 mencoba meminta komentar atau tanggapan nya via WA Kantor Kemenentrian Agama Kab Bekasi melalui H. Dede KasuBag Kemenag Kab prihal keluhan Pasutri tersebut mengatakan, Sekarang mah sudah jelas atuh aturan biaya pencatatan pernikahan di Kantor KUA Rp 0 ( gratis ), di luar kantor biaya nya Rp 600 ribu itu pun bayar langsung ke negara dan Pencatatan pernikahan harus melalui aplikasi SIMKAH Jawab nya.
( Hisar )

