sWara45 | Tangerang — Minimnya penerangan jalan umum (PJU) serta kondisi jalan yang berlubang di ruas Jalan Raya Tigaraksa–Cisoka dinilai semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan. Ruas jalan utama di Kabupaten Tangerang tersebut kerap memicu kecelakaan, khususnya pada malam hingga dini hari.
Ketua Badak Banten DPD Kabupaten Tangerang sekaligus Ketua Rw 03 Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Rahmatullah yang akrab disapa Kubil, mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Ia menilai, jalan dengan arus lalu lintas padat seharusnya menjadi prioritas penanganan pemerintah daerah.
“Kondisi jalan banyak berlubang dan penerangan sangat minim. Kalau malam hari gelap gulita dan sangat rawan kecelakaan. Ini jalur utama, tapi keadaannya justru memprihatinkan,” ujar Kubil, Minggu 14/12/2025.
Kubil menyampaikan bahwa pihaknya telah berupaya menyampaikan keluhan melalui surat resmi serta komunikasi langsung kepada instansi terkait. Namun hingga kini, belum ada tindak lanjut yang jelas.
“Kami sudah menyurati dan menanyakan langsung, tetapi belum ada respons. Terlihat ada saling lempar tanggung jawab, apakah ini kewenangan Dinas Perhubungan kabupaten atau provinsi. Seharusnya antarinstansi bisa berkomunikasi dengan baik,” tegasnya.
Ia menambahkan, persoalan minimnya penerangan di ruas jalan tersebut telah berlangsung cukup lama tanpa penanganan serius.
“Sudah bertahun-tahun kondisinya seperti ini. Sampai sekarang masih gelap. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tambah Kubil.
Lebih lanjut, Kubil menyinggung kecelakaan fatal yang terjadi pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Dalam peristiwa tersebut, seorang remaja dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian setelah menabrak dump truk yang sedang berhenti di badan jalan.
“Dini hari tadi juga terjadi kecelakaan hingga menelan korban jiwa. Kondisi gelap dan kendaraan berhenti di badan jalan sangat berbahaya. Kami sangat prihatin dan meminta agar segera dilakukan pembenahan,” ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan Beni, warga setempat, yang mengaku resah saat melintas di jalan tersebut, terutama pada malam hari.
“Kalau malam benar-benar gelap, lubang jalan tidak kelihatan. Lampu penerangan minim, pengendara jadi waswas,” kata Beni.
Warga berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan jalan serta menambah lampu penerangan jalan umum guna mencegah kecelakaan berulang dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana penanganan Jalan Raya Tigaraksa–Cisoka. (DEDI)

