sWara45.Com.Ciamis-
Kita sebagai warga negara indonesia, ingin lebih memadatkan tentang kebangsaan ,furalisme kebhinekaan, itu adalah harga mati.
Pancasila jangan sampai tergerus oleh, paham-paham komunis.
Karena NKRI itu adalah harga mati terutama itu paham -paham komunis hal itu diungkapkan.Purnawirawan TNI.H.Hadiyoto SH.Purfom saat di Wawancara sWara45.Com usai menghadiri tausiah Kebangsaan yang di adakan CV Tanjungmulya bertempat di jln Sindang Mukti no 686 Panumbangan Kabupaten Ciamis pada jumat malam (27/10/2023)
“Lebih lanjut “Hadiyoto ” Berdasarkan Tap MPRS no 25 tahun 66 sudah jelas PKI di larang di indonesia ,terus di tambah Kepres no17 tahun 2022. Tentang tim pembentukan masalah Ham berat masa lalu, Purnawirawan TNI menolak untuk meminta maaf terhadap PKI ,ada sekitar 200 orang purnawirawan yang menolak tuturnya.
Dalam menghadapi politik akhir -akhir ini,masyarakat Ciamis kata “dia” sangat kondusif masyarakat Ciamis sudah pada pintar dan cerdas ,dalam menyikapi masalah Negara ini, Negara kita sedang tidak baik baik saja,salah satunya adalah dengan melonjaknya harga beras yang telah mencapai harga 14 ribu rupiah .
“Dengan Tausiah Kebangsaan ini mari untuk saling mengingatkan kepada kita semua bahwa spirit kebangsaan dan kebhinekaan harus senantiasa kita jaga bersama-sama,” NKRI harga mati . kita juga bersyukur, karena semangat tersebut masih terpelihara dengan baik’ Pungkasnya .
Sementara ditempat yang sama Direktur Tanjungmulya,H.Udin Saepudin , menyatakan dalam menghadapi “Pesta Demokrasi” kita harus saling menghormati, menghargai perbedaan, tetapi kita tetap harus punya pilihan ,kita untuk kedepan para Gender harus bisa daptar ikut di Partai politik di karenakan sebagian besar diantaranya banyak kaum milenial singkatnya.
Kegiatan acara tausiah kebangsaan yang diadakan CV Tanjungmulya di hadiri diantaranya Bacaleg dari Partai Umat H, Yanyan Spd, i Pimpinan Ponpes Al, Ghokali, Tokoh masyarakat, tokoh ulama serta ditambah ratusan warga masyarakat sekitar serta undangan lainnya (Lili Romli)

