Swara45 | Ciamis – Jalan Ciembe – Nagarawang adalah jalan poros desa yang berada di Dusun Situgede Desa Sagalaherang Kecamatan Panawangan yang merupakan akses perekonomian masyarakat karena menghubungkan dua desa dan terhubung langsung dengan jalan provinsi. Selain itu, terdapat pula fasilitas pendidikan berupa sekolah dasar. jadi begitu berartinya jalan tersebut bagi masyarakat setempat.
Namun dibalik manfaat yang begitu besar dan berartinya jalan tersebut, terhambat dengan kondisi jalan yang rusak parah. jalan bergelombang, berlubang dan tersisa hanya bebatuan tajam yang sulit dilalui oleh pengguna kendaraan. menurut keterangan warga kerusakan jalan sudah dari tahun 2019 silam.
Berbagai upaya masyarakat sudah ditempuh dengan melakukan pengajuan ke pemerintah Desa, namun sampai sekarang tidak terealisasi. Hingga akhirnya masyarakat pun geram dan berinisiatif untuk memperbaiki dengan cara suadaya. Melalui musyawarah masyarakat Dusun Situgede, akhirnya Minggu, 15/09/24 mulai terealisasi pengecoran jalan tersebut.
“Kami sudah merasa geram dengan pemerintah yang ada di Kabupaten Ciamis. Kami merasa di anak tirikan dengan tidak adanya perhatian kepada kami. Hanya janji-janji manis yang kami terima, sedangkan realisasinya tidak ada sama sekali. padahal kami sangat membutuhkan jalan ini”. Ungkap Tatang Raka warga Situgede.
Langkah kami sebagai jurnalis tidak cukup dengan mendapatkan keterangan dari warga saja. kami menelisuri permasalahan tersebut ke pihak pemerintah Desa Sagalaherang.
Kepala Desa Sagalaherang akhirnya memberikan penjelasan pada Selasa, 17/09/24.
“Sebetulnya kami pihak pemerintah desa dari dulu sudah berupaya semaksimal mungkin untuk membangun jalan Situgede. Pengajuan profosal ke dinas, pengajuan aspirasi melalui anggota dewan pun sudah kami tempuh, bahkan saya pernah langsung berhadapan dengan bapak Bupati waktu masih menjabat, tapi semua usaha nihil. Malah kalau diperhitungkan sudah banyak mengeluarkan anggaran agar bisa mendapatkan bantuan. Entah apa kendalanya, padahal saya rasa semua tahapan pengajuan sudah kami tempuh”.
ungap Latif Yutra Sutarman (Kades Sagalaherang).
“Akhirnya karena kami sudah merasa lelah dengan tidak ada satupun pengajuan kami yang direspon, maka kami berinisiatif mengalokasikan sebagian dana desa ke jalan tersebut. Namun dikarenakan masih banyak infrastruktur yang harus di perbaiki, jadi direalisasikan sebagian-sebagian agar bisa merata di beberapa tempat.
Berhubung masyarakat tidak sabar, juga mungkin karena butuh kenyamanan akses jalan, akhirnya masyarakat melakukan swadaya untuk membangun”. pungkas Kades Sagalaherang.
Miris rasanya, di masa pemerataan pembangunan masih ada yang dilakukan dengan swadaya.
Bagi pemerintah terkait, juga bagi penyalur aspirasi rakyat yaitu anggota dewan diharapkan bisa memperhatikan kebutuhan masyarakat dengan merata jangan sampai dipilah-pilah.
(galih)

