sWara45 | Lebak — Ketua Umum DPP Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni atau yang akrab disapa King Badak, kembali menyampaikan kuliah pagi yang menggugah. Pesan yang ia lontarkan bukan sekadar seruan, tetapi alarm keras bagi siapa pun yang mencari hidup dari praktik kotor korupsi. Sebuah pesan yang, jika direnungkan, cukup untuk membuat para pelaku penyimpangan anggaran merasa tak nyaman bahkan bergetar.
Dalam penyampaiannya, Eli menegaskan bahwa jika Lebak benar-benar ingin bangkit, menggeliat, dan bersinar, sebagaimana visi dan semangat Bupati Hasby Jayabaya, maka kunci utamanya hanya satu: hentikan perilaku bejat oknum pejabat maupun pengusaha yang menggantungkan hidup pada proyek-proyek yang bersumber dari uang negara, Kamis 04/12/2025.
“Korupsi harus dihentikan. Itu harga mati untuk masa depan Lebak,” tegasnya.
King Badak menegaskan bahwa Badak Banten Perjuangan tidak sekadar menjadi penonton atau kelompok yang hanya bersuara sesekali. Mereka berdiri di garis depan, menyuarakan berbagai dugaan penyimpangan agar diketahui masyarakat luas dan menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.
“Menindak koruptor adalah kewajiban aparat hukum,” katanya. “Kami hanya menjalankan peran sebagai warga bangsa yang ingin daerahnya bersih, maju, dan dihormati.”
Ia menampik anggapan bahwa Badak Banten Perjuangan adalah kelompok yang memusuhi pemerintah daerah. Sebaliknya, organisasi ini merasa memiliki hak moral untuk berpartisipasi dalam mewujudkan Lebak yang maju, bersih, dan ‘Ruhay’.
“Biarkan saja ada yang memandang miring perjuangan kami,” ujarnya tegas. “Bagi kami, mereka yang bersikap begitu justru adalah bagian dari masalah — mereka itulah para perusak yang merintangi upaya pemberantasan korupsi.”
Dalam kuliah paginya, Eli menyampaikan harapan agar pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat Lebak. Ia mengajak agar setiap warga tidak takut bersuara dan tidak ragu melibatkan aparat hukum jika menemukan dugaan penyimpangan.
“Kuliah pagi ini semoga bermanfaat, bagi kami dan bagi semua. Aamiin,” ucapnya menutup pesan.
Tiga Pesan Penting King Badak untuk Masyarakat:
1.Jika menemukan indikasi korupsi, suarakan!
Jangan biarkan penyimpangan berjalan diam-diam. Publikasikan, sampaikan, dan wujudkan keberanian bersama.
2.Laporkan ke aparat penegak hukum dan kawal hingga tuntas.
Jangan berhenti setelah membuat aduan. Pastikan laporan tak berhenti di meja, tetapi berlanjut hingga menghasilkan tindakan.
3.Siapkan mental baja.
Perjuangan melawan korupsi tidak mudah. Akan ada rayuan, tekanan, bahkan upaya kriminalisasi. Tetap kuat dan jangan mundur.
Dengan nada tegas dan penuh energi, kuliah pagi King Badak hari itu bukan sekadar kata-kata. Ia adalah seruan terbuka bagi semua pihak yang ingin melihat Lebak bersih, maju, dan bermartabat. Dan bagi para koruptor — pesan ini jelas, lantang, dan tidak mengenal kompromi: pergerakan melawan kalian tidak akan pernah padam.
Sumber : Eli Sahroni, ketua umum DPP Badak Banten Perjuangan

