SWARA45.COM | TURKI – Korban meninggal dunia di bencana gempa bumi yang melanda Turki dan Suriah sudah lebih dari 46.000 orang, Sabtu (18/2/2023).
Jumlah korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi tersebut diperkirakan akan bertambah.
Di Turki, sekitar 345.000 apartemen diketahui telah hancur.
Pemerintah Turki terus berupaya untuk mengelola bencana yang terburuk di abat ini.
Dengan Program Pangan Dunia (WFP) menekan pihak berwenang di barat laut untuk berhenti memblokir akses ke daerah Suriah.
Diketahui, ratusan ribu orang yang terdampak gempa bumi di Suriah masih sangat membutukan bantuan baik bahan makanan maupun dari tenaga medis.
Kepala Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat Turki (AFAD), Yunus Sezer, mengatakan upaya pencarian dan penyelamatan sebagian besar akan dihentikan pada Minggu malam.
Dia menuturkan korban tewas di Turki mencapai 40.642 akibat gempa bumi tersebut.
Sementara negara tetangga Suriah telah melaporkan lebih dari 5.800 kematian.
Direktur WFP David Beasley mengatakan pemerintah Suriah dan Turki telah bekerja sama dengan sangat baik.
“Akan tetapi operasinya terhambat di barat laut Suriah,”kata David Beasley saat berbicara kepada Reuters di sela-sela Konferensi Keamanan Munich.
Pekan lalu, Badan itu mengatakan di Suriah telah kehabisan stok makanan dan dia menyerukan agar penyeberangan perbatasan dibuka dari Turki.
“Masalah yang kami hadapi [adalah] operasi lintas garis ke Suriah barat laut di mana otoritas Suriah barat laut tidak memberi kami akses yang kami butuhkan,” kata Beasley.
“Itu menghambat operasi kami. Itu harus segera diperbaiki.”sambungnya.
Sumber: Reuters
Penerjemah: Afrizal

