sWara45 – LEBAK – Ketegangan politik yang sempat menghambat pelaksanaan program Dana Desa (DD) di Desa Kerta, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, mulai menemukan titik terang.
Sejumlah tokoh masyarakat, unsur Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan Pemerintah Desa menggelar pertemuan di Kantor Desa Kerta guna membahas percepatan pelaksanaan Musyawarah Desa (Musdes) tahun anggaran 2025.
Desa Kerta menjadi salah satu dari sedikit desa di Kabupaten Lebak yang belum merealisasikan Dana Desa karena dinamika internal. Padahal, sebagian besar dari 340 desa lain telah menjalankan program pembangunan fisik maupun sosial kemasyarakatan.
Melihat urgensi situasi ini, Ketua Umum Ormas Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni alias King Badak, menyatakan komitmennya untuk mengawal penuh proses Musdes demi kepentingan masyarakat.
“Saya mengapresiasi langkah para tokoh masyarakat, BPD, dan Pemerintah Desa yang sudah bersatu demi kemajuan Desa Kerta. Ini bukti bahwa masyarakat punya semangat kolektif untuk bangkit,” ujar Eli Sahroni.
Ia menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah serta menolak segala bentuk provokasi yang dapat menghambat jalannya Musdes.
“Saya akan kawal langsung pelaksanaan Musdes. Ini tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah desa, tetapi seluruh elemen masyarakat. Jangan beri ruang bagi pihak-pihak yang ingin menggagalkan proses ini,” tambahnya.
Pertemuan pra-Musdes tersebut juga dihadiri perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lebak serta Pemerintah Kecamatan Banjarsari.
Seluruh agenda berlangsung aman dan kondusif. Musdes dijadwalkan digelar dalam waktu dekat dengan harapan dapat segera menggerakkan roda pembangunan desa dan memastikan layanan publik berjalan kembali secara optimal.

