sWara45 | Lebak – Kinerja Kejaksaan Negeri Lebak dalam upaya pemberantasan korupsi kembali menuai apresiasi. Dalam satu tahun terakhir, Tim Pidana Khusus (Pidsus) berhasil mengungkap dua kasus korupsi besar, yakni penyertaan modal PDAM Tirta Kalimaya dari APBD Lebak tahun 2020 dengan kerugian negara lebih dari Rp 2 miliar, serta kasus Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Cibadak tahun 2015 dengan kerugian negara mencapai lebih dari Rp 500 juta. Para tersangka kini resmi ditahan dan mendekam di sel Kejaksaan Negeri Lebak.
Ketua Umum DPP Badak Banten Perjuangan, Eli Sahroni—akrab disapa King Badak—menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Lebak, Irfano, SH., MH., atas keberhasilan dalam mengungkap kasus-kasus tersebut.
“Kasi Pidsus Kejari Lebak telah membuktikan komitmennya dalam memberantas korupsi di Kabupaten Lebak. Dalam satu tahun terakhir, tim Pidsus mampu mengungkap sejumlah kasus besar yang merugikan negara. Ini menunjukkan bahwa tidak ada ruang bagi koruptor di Lebak,” tutur King Badak.
Ia menegaskan, prestasi tersebut patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan aparat penegak hukum dalam menjaga marwah hukum dan keuangan negara. Menurutnya, integritas dan keberanian yang ditunjukkan oleh Kasi Pidsus mencerminkan harapan baru bagi masyarakat Lebak.
“Dengan kerja keras dan profesionalisme, beliau telah menunjukkan bahwa korupsi tidak akan pernah menang di Kabupaten Lebak. Untuk Lebak maju, rakyat harus mendukung pemberantasan korupsi. Irfano adalah harapan masyarakat Lebak,” ujarnya.
King Badak juga menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang selama ini ditunjukkan oleh tim Pidsus.
“Kami, masyarakat Lebak, mengucapkan terima kasih atas komitmen dalam memberantas korupsi. Anda telah membuktikan bahwa tidak ada tempat bagi koruptor di Lebak. Kami mendukung 100% langkah pemberantasan korupsi yang sedang dijalankan,” tegasnya.
Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh pihak untuk terus menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.
“Teruslah berjuang. Kami percaya bahwa bersama-sama, kita dapat mewujudkan masyarakat yang lebih bersih, adil, dan sejahtera,” tutup King Badak. (DEDI)

