sWara45 | Lampung – Pekon Balak Batu Brak, Lampung Barat, menjadi saksi berlangsungnya prosesi adat penuh kekhidmatan pada 26 November 2025. Sejak pagi, masyarakat adat bersama para tokoh dan tetua telah berkumpul untuk mengikuti rangkaian penabalan pemimpin adat baru di lingkungan Kepaksian Pernong, Kamis 27/11/2025.
Dalam prosesi tersebut, dilakukan penabalan gelar adat lulus kawai dari Khaja Juhan kepada putra laki-laki tertuanya sebagai penerus kepemimpinan pemerintahan adat. Gelar ini meneguhkan perannya sebagai Jamma Balak ni Sai Batin, Kepala Jukku Lamban Kagungan Kappung Batin, sebuah posisi terhormat yang sejak tempo dulu dijalankan dengan amanah dan dedikasi menjaga marwah adat.
Setiap tahapan prosesi berlangsung tertib dan sarat makna. Tatanan adat yang diwariskan para leluhur dijalankan secara utuh, menggambarkan kuatnya komitmen masyarakat Kepaksian Pernong dalam menjaga tradisi luhur.
Suasana semakin sakral ketika memasuki prosesi Ikok Paku, yakni ritual pengesahan adat sebagai tanda legitimasi kepemimpinan baru. Seluruh hadirin mengikuti rangkaian ritual ini dengan penuh rasa hormat dan keteduhan.
PYM SPDB Pangeran Edward Syah Pernong, Sultan Sekala Brak Yang Dipertuan Ke-23, hadir langsung menabalkan Khaja Mega II sebagai Kepala Jukku Lamban Kagungan Kappung Batin Kepaksian Pernong.
Penabalan ini menandai resmi diteruskannya tongkat estafet kepemimpinan adat kepada generasi berikutnya, melanjutkan amanah yang sebelumnya diemban oleh Ayahandanya.
Pengangkatan Khaja Mega II tidak hanya menjadi pelimpahan tanggung jawab adat, namun juga simbol kuatnya keberlanjutan budaya dan tatanan sosial yang diwariskan turun-temurun.
Masyarakat menyampaikan harapan agar kepemimpinan baru mampu membawa kesejukan, keharmonisan, serta menjaga kelestarian adat di tengah perkembangan zaman.
Masyarakat yang hadir memberikan sambutan hangat, penuh doa dan harapan. Mereka meyakini bahwa pemimpin baru ini akan mampu menjaga kesinambungan budaya sekaligus memperkuat kehidupan sosial masyarakat adat.
Prosesi adat ini menegaskan bahwa Kepaksian Pernong tetap memelihara tradisi luhur sebagai bagian penting identitas masyarakat. Regenerasi seperti ini memastikan adat tetap relevan dan diwariskan dengan penuh tanggung jawab kepada generasi selanjutnya.
Ketua Umum YLPK PERARI, Hefi Irawan, S.H., M.H., memberikan apresiasi atas berlangsungnya prosesi adat tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prosesi adat yang berjalan khidmat dan penuh penghormatan.
Penabalan Khaja Mega II bukan hanya mempertegas garis kepemimpinan adat yang sah, tetapi juga menjadi wujud pelestarian budaya yang membanggakan. Semoga beliau dapat memimpin dengan hati yang teduh, menjaga nilai-nilai luhur, serta menjadi teladan bagi masyarakat adat Kepaksian Pernong,” ujarnya.
Rangkaian acara ditutup dengan suasana penuh rasa syukur, menandai diterimanya amanah kepemimpinan baru dengan tekad untuk mengayomi masyarakat secara bijaksana.
(DEDI)

