SWara45 | Tangerang – Ketua RT 003/002 Kampung Kadu, Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, resmi menjabat setelah menerima Surat Keputusan (SK) dari Pemerintah Desa Pete. Dalam pernyataan perdananya, Toni—selaku Ketua RT yang baru dilantik—menyatakan siap tancap gas menjalankan berbagai program lingkungan, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang untuk lima tahun ke depan, Kamis 29/05/2025.
Toni menegaskan komitmennya untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk warga, tokoh masyarakat, pemerintah desa, hingga pelaku usaha. Hal ini dilakukan demi mendukung program strategis Desa Pete, Kecamatan Tigaraksa, serta pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mewujudkan visi “Tangerang Gemilang” yang mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, kesejahteraan, dan kreativitas masyarakat.
“Kami ingin mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan lingkungan. Setiap orang berhak menyampaikan ide dan program unggulan yang sesuai dengan kebutuhan wilayahnya,” ujar Toni dalam keterangan usai pelantikan serentak RT dan RW se-Desa Pete.
Salah satu langkah awal yang telah direalisasikan oleh pengurus RT 003/002 adalah pemasangan stiker pemberitahuan “Tamu Wajib Lapor 1×24 Jam” di wilayah tersebut. Menurut Toni, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban umum di lingkungan Kampung Kadu.
“Moto kami adalah menjaga keamanan dan kenyamanan warga. Ini prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Toni juga mengajak aparat penegak hukum (APH), pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pemuda, dan para pengusaha lokal untuk menjalin kolaborasi yang lebih solid. Tujuannya adalah memperkuat ketahanan ekonomi berbasis kearifan lokal yang memberdayakan masyarakat setempat.
Sementara itu, Hendra Jaya—aktivis sekaligus pemerhati kebijakan sosial yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda RT 003/002—menyampaikan apresiasinya atas semangat Ketua RT yang baru.
“Amanah warga harus dijaga. Kami harap Ketua RT Toni benar-benar menjalankan gagasan dan program yang mampu menampung aspirasi serta keluhan masyarakat, sehingga tidak ada lagi ketimpangan sosial di masa depan,” ungkap Hendra.
Ia juga mengingatkan agar kepemimpinan tidak sekadar menjadi simbol atau jabatan semata, melainkan hadir sebagai solusi nyata bagi warga.
“Jadilah pemimpin yang bekerja untuk rakyat, bukan hanya demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu. Pemimpin harus hadir dengan solusi, bukan sekadar perlindungan jabatan,” tegas Hendra.

