Berita

Kegiatan SAB Sangiang Tanjung Masih Teka Teki Di Masyarakat

×

Kegiatan SAB Sangiang Tanjung Masih Teka Teki Di Masyarakat

Sebarkan artikel ini

SWARA45.COM-Lokasi kegiatan Pengeboran dari program Kegiatan /Rehabilitasi /Peningkatan Sumber Air Bersih tahun 2022 dari anggaran Dana Desa (DDS) masih menjadi teka teki di kalangan masyarakat.

Sebelumnya,Pemerintah Desa melalui Sekretaris Desa Ales menyampaikan kegiatan tersebut dilaksanakan di Kampung Ranca Rt.002/003 beberapa waktu lalu.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Ia juga mejelaskan , untuk Sarana Air bersih di ganti dengan kegiatan pengeboran untuk mengairi pesawahan para petani di pesawahan lahan bengkok.

“Kegiatannya di Kampung Ranca Rt.002/003 ,lokasinya di lahan tanah pak anton,silahkan tanyakan ke pak suhadi selaku yang mengurus sawah kajaroan kang”kata Sekdes melalui pesan Whats Appnya ,Kamis 10 November 2022.

Suhadi saat di temui wartawan di kediamannya menuturkan, pengeboran tersebut sekitar tahun 2021 sebelum pemilihan kepala desa.

Namun kata Suhadi untuk saat ini sudah tidak berfungsi lantaran mesin penyedot air raib di curi orang.

“Mesinnya di curi ,sekarang tinggal ada paralon yang sudah di amankan”kata Suhardi.

Ia juga mengatakan sebetulnya saat ini warga sangat membutuhkan alat tersebut untuk mengairi pesawahan dikarenakan kondisinya sawah tadah hujan.

“Disini kalau tandur hanya mengandalkan dari turun hujan”ujarnya.

Sedangkan menurut keterangan beberapa warga menyebut bahwa kegiatan pengeboran itu tidak ada,adapun bangunan tersebut berdiri sudah lama.

” Setahu saya tidak ada pengeboran di lahan bengkok ,ada juga di Kampung Ciwiru.”kata Adi

Untuk memastikan hal itu ,
Adi pun langsung menghubungi jasa pengeboran tanah pak anton dan berdasarkan keterangannya bahwa pengeboran di lahan tanah anton sudah berlangsung lama sekitar setahun yang lalu.

disampaikan petani lain Abah Din saat di wawancara menerangkan, bahwa kegiatan pengeboran itu tidak ada.

“Pengeboran tidak ada,yang ada juga anton menjual mesin ke desa  “ujar tokoh masyarakat setempat.

Menanggapi Hal Itu ,Ketua Umum Gerakan Pemuda Banten Bersatu (GPBB) Ifan Febriyanto menilai ada suatu kejanggalan,lantaran keterangan dari pemerintah desa berbeda dengan masyarakat .

“Ini patut dicurigai dan diduga ada sebuah permainan dalam kegiatan tersebut”kata Ifan.

Ifan juga mendesak kepada pihak yang berkompeten agar turun tangan supaya tidak terjadi kesalah fahaman di masyarakat,apalagi kata Ifan dalam steatment kepala desa sebagai jabatan tertinggi didesa menyatakan kegiatan itu tidak ada pelaksanaan.

“Jika tidak di lakukan pembangunan SAB tolong kembalikan anggarannya ke negara,dan jika memang betul dilaksanakan sampaikan ke masyarakat kapan dilaksanakan,bulan apa dan dimana lokasinya”ujar Ifan .

Ifan menambahkan,dalam waktu dekat pihaknya akan segera turun untuk mengkroscek kegiatan tersebut,dan jika memang di temukan adanya suatu pelanggaran maka pihaknya akan segera berkordinasi dengan inspektorat dan di tindaklanjuti ke APH.

“Kita akan kaji terlebih dahulu , selain mengumpulkan informasi dan disesuaikan dengan data “pungkasnya. (1K)

Berikan Komentar