Berita

Kasus ASN Berfoto Memajang Jersey Bernomor 2, Mahasiswa Minta Bawaslu Tegas Jangan Pilah – Pilih

×

Kasus ASN Berfoto Memajang Jersey Bernomor 2, Mahasiswa Minta Bawaslu Tegas Jangan Pilah – Pilih

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Mencuatnya kasus ASN Kota Bekasi yang berswafoto dengan memajang jersey bernomor 2 usai melakoni pertandingan sepakbola antar Camat se-Kota Bekasi pada akhir tahun 2023 terus menjadi kontroversi. Maka tidak heran apabila kasus itu menambah deretan kasus tentang netralitas ASN.

Ketua BEM Universitas Pancasakti Kota Bekasi, Surya Purnomo Damanik pun mengaku miris dengan rangkaian peristiwa yang kerap melibatkan ASN dalam kancah politik. Dan menurutnya, kasus jersey bernomor 2 yang membuat heboh publik tersebut harus disikapi dengan cerdas.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Kasus jersey bernomor 2 itu memang sensitif karena ada pasangan capres/cawapres pemilu 2024 nomor urut 2 diketahui adalah anak Presiden RI. Jadi secara politis, memang kita melihatnya ada isyarat tertentu jika ASN memajang angka tersebut. Namun semuanya tidak harus dilihat dalam kacamata politik, kita harus cerdas dan obyektif. Apa benar kejadian tersebut diinstruksikan oleh Pj Walikota?, atau apakah memang hal itu mengandung unsur pelanggaran hukum Pemilu?, kan sejauh ini masih sumir,” ujar Surya pada awak media, Sabtu (6/1/2024).

“Kita himbau masyarakat untuk cerdas dan tak termakan narasi politik yang dilancarkan oleh pihak berkepentingan yang tujuannya memecah-belah bangsa dan merusak moralitas ASN,” katanya.

Disisi lain, Surya Purnomo mengaku heran dengan sikap Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi yang reaksioner menyikapi kasus tersebut. Padahal beberapa waktu kebelakang telah banyak deretan masalah yang mempersoalkan netralitas ASN. Namun respon Bawaslu tidak reaksioner seperti dalam kasus jersey nomor 2 ini.

“Kita heran reaksi Bawaslu dalam kasus jersey nomor 2 ini beda perlakuannya dengan kasus lainnya. Saya kira harusnya fair dan tidak pilah-pilih kasus. Jangan sampai ada kesan bahwa Bawaslu Kota Bekasi berpolitik, jangan sampai ini terjadi,” tegas Surya.

“Harusnya Bawaslu juga tegas dalam menyikapi semua (sambil mengulas video viral beberapa ASN memberikan dukungan kepada salah satu ketua partai di Kota Bekasi menjadi Walikota, video salah satu Caleg Partai Golkar bagi-bagi amplop dan sembako kepada masyarakat, hingga oknum Bacaleg PPP yang diduga memanfaatkan anggaran Bimtek untuk kepentingan kampanye) ini. Jangan sampai ada keberpihakan di internal Bawaslu Kota Bekasi,” serunya.

Bawaslu, lanjut Surya, seyogyanya sudah fasyeh dengan dengan klarifikasi dari pihak Pj Walikota dan pihak BJB yang sudah jelas bahwa kasus swafoto jersey bernomor 2 tidak ada pelanggaran di dalamnya. Namun kasus itu seolah dibiarkan menggelinding hingga menimbulkan kegaduhan.

“Kita berharap semua pihak cerdas menyikapi beragam permasalahan, jangan memprovokasi yang ujungnya memecah belah persatuan dan kerukunan. Dan khusus untuk Bawaslu Kota Bekasi, jangan berpolitik. Hindari narasi politik dan laksanakan tugas sesuai aturan dan nurani,” pungkas Surya.

Dan sampai berita ini tayang, pihak Bawaslu Kota Bekasi belum memberikan jawaban saat dikonfirmasikan. (Hisar)

Berikan Komentar