“Sampan itu udah ku jual, enggak bisa pakek,”kata Ketua Kelompok Nelayan (BK) berinial MH, saat dikonfirmasi SWARA45.COM, Senin (26/2/2024) siang.
SWARA45.COM, KUALASIMPANG – Ketua Kelompok Nelayan sebutan singkat nya (BK) yang beralamat di Kampung Paya Udang Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang mengaku telah menjual bantuan perahu motor (Boat) atau kerap disebut Sampan yang diberikan melalui Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan setempat pada tahun 2021 lalu.
“Sampan itu udah aku jual, tidak bisa pakai,”kata Ketua Kelompok Nelayan (BK) berinial MH, saat dikonfirmasi swara45.com, Senin (26/2/2024) siang.
“Kerena sampannya oleng,”lanjutnya.
Saat ditanya bantuan perahu motor yang diberikan untuk kelompok nelayan nya lengkap dengan alat tangkap atau tidaknya MH mengatakan.
“Enggak, hanya sampan saja, tidak sama alat tangkapnya, sampan nya, sampan 21 kaki,” ucapnya MH.
Bukan hanya itu, dari pengakuan nya lagi sampan yang telah dijual oleh nya terlihat tak ada niat untuk mengambil nya kembali melainkan dirinya berencana hendak mengganti sampan bantuan tersebut dengan sampan lain.
“Tadi ada kabid Dinas telpon dan kamu yang kasi tau kesana iya, tapi kalau sampan itu diganti dengan sampan lain, gimana ? Bisa itu ?,’kata berinisial MH, di hari yang sama, melalui telepon seluler, sekira pukul 21.01 WIB malam.
Sementara itu, Kabid Tangkap, dari
Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang, dikonfirmasi terkait bantuan perahu motor yang diberikan kepada kelompok Nelayan BK yang telah dijual mengatakan.
“Iya saya sudah hubungi ketua kelompoknya tadi, dia bilang mau ganti sampan nya dengan sampan lain, saya tekan kan kepada dia, waktu pemeriksaan nanti sampan itu harus ada,”kata Sukri, Kabid Tangkap Dinas Pangan, Kelautan dan Perikanan setempat, Selasa (27/2/2024).
Dia juga menyebut kalau perahu motor bantuan tersebut jika tidak bisa dipergunakan tidak usah diterima sewaktu penyerahan.
“Kenapa diterima kemaren, seharusnya kalau enggak bisa pakek karena oleng jangan diterima kemaren,”tandasnya.
Dari inpormasi yang didapat, Kelompok Nelayan BK tersebut, dilihat dari pekerjaan ketua, skretaris dan bendahara ternyata bukan pekerja nelayan.
Melainkan, Ketua berinisial HM, bekerja sebagai tukang perahu motor, sekretarisnya berinisial MD, bekerja sebagai tukang pangkas atau tukang potong rambut dan bendaharanya berinisial MHN, bekerja sebagai tukang bangunan.
Sementara, MD, sekretaris Kelompok Nelayan BK tersebut dikonfimasi mengatakan bahwa dirinya tidak lagi menjabat sebagai sekretaris di kelompok itu dan ditahun 2021 masih dirinya sekretaris di kelompok tersebut.
“Soal sampan itu saya tidak tau dimana sekarang, saya mana tau- tau soal bantuan itu, ketua bawa proposal, disuruh tanda tangan, iya saya tanda tangan, semua nya itu urusan ketua, saya tidak tau,”kata MD sambil dia potong rambut pelanggan nya. Senin (26/2/2024) di tempat usaha potong rambut miliknya dikampung paya udang.
Salah satu warga Kampung itu, yang tak mau disebutkan namanya menuturkan, dalam pemeriksaan nanti pihak dari dinas harus benar – benar jeli dan jangan sampai diperdaya oleh para- para kelompok.
“Kita khawatirkan, waktu pemeriksaan nanti, takutnya, sampan orang lain dia pinjam sebentar, dia kasi tunjuk sama orang pihak dinas yang datang surve kelapangan,”kata dia, Selasa (27/2/2024).
“Itu yang kita khawatirkan, sampan bantuan aja berani di jual apa lagi buat sekanario kecil,”lanjutnya.
Dari hasil pantauan, terkait hal ini, pihak dari dinas pangan, kelautan dan perikanan setempat belum terlihat melakukan tindakan atau melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwenang.[Afrizal]

