Bekasi | sWara45 – Menyikapi pemberitaan di salah satu media cetak & video yang di kirim narsum
Dimana pada video yang berdurasi 2 menit tersebut terlihat adanya transaksi jual beli antara oknum guru / staf MtsN 4 Kab Bekasi dengan beberapa orang tua murid kelas 7
Pada video itu nampak ortu siswa sedang melipat seragam sekolah anak nya yang baru saja di beli nya dari koperasi sekolah tersebut
Hisar Pardomuan Ketua Ruang Jurnalis Nusantara ( RJN ) Bekasi Raya saat di temui awak media mengatakan, sungguh H. Ahmad Imron kepsek MtsN 4 Kab Bekasi sudah mati rasa di jaman ekonomi yang sedang sulit dampak dari wabah Covid koq bisa2 nya Kepsek menjual seragam Rp 1,6 juta untuk siswa laki laki Rp 1,630.000 untuk siswa perempuan. Ujar nya
Di katakan Hisar, walau pun koperasi yang menjual dengan harga sampai Rp 1,630.000 tersebut untuk baju seragam & LKS sudah terlalu mahal.terang nya
Masih menurut Hisar, saya coba mendatangi sekolah pada hari selasa ( 19/1/22 ) lalu dengan maksud mengklarifikasi kebenaran video & berita tersebut tetapi tidak ketemu dengan H. Ahmad Imron Kepsek nya, lalu saya coba titip pesan & tinggal kan no Hp kepada security di sekolah tersebut dengan tujuan meminta waktu luang nya H.Ahmad Imron untuk mengklarifikasi kebenaran video & berita tersebut, tetapi sampai hari ini ( 26/1/22 ) tidak ada niat baik H.Ahmad Imron selaku Kepsek MtsN 4 Kab Bekasi tuk mengklarifikasi. Jelas nya
Di harapkan kepada H.Sopian S Ag Kepala Kementrian Agama Kab Bekasi menyikapi apa yang menjadi sorotan publik dengan mahal nya harga seragam sekolah di lingkungan sekolah yang di bawah naungan Kementrian Agama Kab Bekasi dan di minta H.Sopian S.Ag mengevaluasi kinerja H. Ahmad Imron Kepsek MtsN 4 Kab Bekasi agar tidak menjadi bumerang & merusak mosi kepercayaan masyarakat khusus nya orang tua murid dalam menitip kan anak nya untuk menimba ilmu pendidikan& agama. Tutup Hisar (Roni)

