.
sWara45.Com Ciamis- Ketua Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kabupaten Ciamis Andi Ali Fikri saat menjadi narasumber pada kegiatan resepsi hari jadi PGRI yang diselenggarakan di Gedung KH. Irfan Hilmi atau IC Ciamis menyampaikan, penting nya mengontrol Gen Z, jika tidak mampu mengontrolnya maka akan melemahkan pendidikan di 5-10 tahun ke depan. Rabu 29/11/2023
Dalam sambutannya andi juga mengatakan, terimakasih kepada PGRI Ciamis yang telah mengundang KPA dan ikut memberikan kesempatan untuk KPA Ciamis dalam mengambil peran sesuai kapasitasnya dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan khususnya di kabupaten Ciamis.
“Saat ini sudah memasuki era Gen Z, dimana Generasi Z tersebut mencakup anak – anak usia 8-23 tahun, sehingga perlu kontrol yang lebih intens dari warga pendidikan kepada generasi tersebut, salah satunya dengan dibentuk duta HIV dan aids untuk tingkat SMP yang telah dikukuhkan kemarin,” ungkapnya.
Dengan adanya duta HIV dan aids untuk jenjang sekolah SMP, mereka diharapkan bisa memberikan edukasi dan sosialisasi kepada teman teman mereka baik yang satu sekolah maupun berbeda sekolah, dengan edukasi menggunakan bahasa atau cara di usia mereka.
Diharapkan Gen Z ini bisa lebih cepat memahami dan lebih cepat mengerti tentang apa itu HIV dan Aids, bagaiman pencegahannya dan bagaimana penanggulangannya, sehingga mereka bisa saling menjaga supaya tidak terjerumus ke hal hal negative yang bisa menimbulkan penyakit tersebut.
“Perkembangan HIV dan Aids khususnya di kabupaten Ciamis sudah masuk fase mengkhawatirkan, mereka di antaranya anak-anak jenjang SMP, sehingga warga belajar Ciamis harus lebih intens untuk menjaga Gen Z kita agar menjadi generasi emas di masa yang akan datang,” jelasnya.
“Di moment Hut PGRI ini, seluruh warga pendidikan khususnya kabupaten Ciamis mari kita rapat barisan untuk menciptakan Gen Z kita menjadi generasi emas, dengan bekerjasama yang baik dan koordinasi yang lancar maka marwah dunia pendidikan akan tetap terjaga, sehingga kita bisa menyelamatkan generasi Z dari HIV dan Aids,” pungkasnya.
(Lili Romli/Taopik)

