sWara45 | Lebak – Pemerintah telah memberikan bantuan Irigasi Perpompaan senilai Rp.112.800.000 kepada Kelompok Tani di Desa Sangiang Tanjung dengan harapan mendukung penambahan Area Tanam (PAT) pada tahun 2024.
Mulyanah, bendahara Unit Pelaksanaan Kelompok Kegiatan (UPKK), menyampaikan bahwa saat ini proses pengerjaan bantuan irigasi rumah perpompaan sedang berlangsung. Namun, kendala muncul terkait sambungan paralon spiral ke Sungai Cisimet yang masih bocor, menyulitkan pengaliran air.
Rencananya, kelompok tersebut akan membangun rumah pompa di lokasi tidak jauh dari pemukiman warga, dengan ketinggian selang Spilar ke rumah pompa mencapai 30 meter.
Mulyanah menekankan pentingnya jarak antara Pompa dan Persawahan, yang sekitar 150 meter dengan rencana menanam paralon melintasi perkampungan.
Luas persawahan yang akan terairi diperkirakan mencapai 20 hektar. Dengan adanya bantuan irigasi rumah pompa, Mulyanah yakin petani sawah yang terairi dapat menanam padi sebanyak tiga kali dalam setahun.
Masalah kelangkaan air selama ini menjadi hambatan besar bagi para petani, terutama yang menggarap tanah tadah hujan. Diharapkan, hasil panen yang lebih baik akan memberikan kontribusi positif pada perekonomian petani di wilayah Blok Palawad.
Menurut Mulyanah, pembangunan rumah pompa diatas berbagai kendala teknis sebenarnya adalah sebuah langkah maju dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani di daerah tersebut.
Hal ini juga menjadi terobosan penting untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan di Desa Sangiang Tanjung. Dengan adanya solusi modern seperti irigasi perpompaan, diharapkan petani akan dapat lebih mandiri dalam mengelola pertanian mereka dan meningkatkan hasil panen secara signifikan.
Keberhasilan proyek irigasi ini juga dapat menjadi contoh inspiratif bagi desa-desa lainnya untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya air yang ada guna meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Selain itu, peran pemerintah dalam memberikan dukungan pada sektor pertanian menjadi kunci utama dalam mencapai ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat petani.
Dengan sinergi antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat, harapannya pembangunan seperti ini akan semakin merata dan memberikan dampak positif yang luas bagi kemajuan pertanian di Indonesia.(JMR)

