Aceh

Ini Penjelasan Datok Joko Terkait Pembangunan Talud DD 2024

×

Ini Penjelasan Datok Joko Terkait Pembangunan Talud DD 2024

Sebarkan artikel ini
Datok Penghulu Kampung Senebok Dalam Masjid, Kecamatan Bendahara, Kebupaten Aceh Tamiang. Joko Ramadhana S. Pd./SWARA45.COM/Afrizal)
Datok Penghulu Kampung Senebok Dalam Masjid, Kecamatan Bendahara, Kebupaten Aceh Tamiang. Joko Ramadhana S. Pd./SWARA45.COM/Afrizal)

“Ada mis informasi terkait koordinasi dengan Camat, itu saya lakukan di bulan November 2024, bukan dalam tahun 2025, karena kondisi area lokasi rencana bangunan Talud itu selalu tergenang air sungai kecil itu, sehingga tertunda terus,” ujar Datok Joko, sapaan akrab Joko Ramadhana, S. pd

SWARA45.COM, KUALASIMPANG – Pembangunan Talud sumber dana desa (DD) tahun 2024 di Desa Senebok Dalam Mesjid Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang telah selesai dikerjakan sesuai kebutuhan dilapangan.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) desa bertanggungjawab penuh terhadap anggaran, Datok Joko Ramadhana, S. Pd berikan hak jawab dan klarifikasi terkait pemberitaan sebelumnya, Rabu, 09 Juni 2025.

“Ada mis informasi terkait koordinasi dengan Camat, itu saya lakukan di bulan November 2024, bukan dalam tahun 2025, karena kondisi area lokasi rencana bangunan Talud itu selalu tergenang air sungai kecil itu, sehingga tertunda terus,” ujar Datok Joko, sapaan akrab Joko Ramadhana, S. Pd.

Menurutnya, sesuai aturan pengajuan anggaran, pihaknya beserta perangkat desa telah melaksanakan pembangunan Talud tersebut sesuai kebutuhan penerima manfaat dan dari pertama rencana pembangunan, pihaknya telah menggunakan anggaran untuk pengadaan material di tahun 2024.

“Faktor Alam yang menyebabkan hal itu tertunda pengerjaannya, bukan ada maksud kami untuk tidak membangun kebutuhan bagi kondisi warga kami,” jelasnya.

Edi Syahputra, selaku warga pengusul Talud sebagai penerima manfaat, menerangkan kepada media, “Usulan Talud itu sudah kami usulkan ke pemerintah desa, namun tahun 2024 baru bisa terealisasi dan itu sangat kami butuhkan untuk keselamatan bangunan hunian kami dari amblas ke sungai,” ungkapnya.

“Memang benar pak, pengerjaan Talud itu tidak dikerjakan karena kondisi fisik lokasi selalu tergenang air dari sejak tahun lalu mulai mau dibangun, bahkan saya ikut sebagai tukang yang mengerjakannya,”terang Edi Syahputra.[Afrizal]

Berikan Komentar