Berita

Gunakan Semen CNOCH , Proyek Bangunan RSUD Cilograng Di Soal

×

Gunakan Semen CNOCH , Proyek Bangunan RSUD Cilograng Di Soal

Sebarkan artikel ini

SWARA45.COM-Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilograng, di Kabupaten Lebak,  Provinsi Banten ,yang berlokasi di Desa Cijengkol ,Kecamatan Cilograng terus menuai kritikan dari masyarakat.

Pasalnya, dari mulai proses tender hingga penetapan pemenang lelang, pembangunan RSUD Cilograng yang menelan anggaran puluhan miliaran rupiah itu dituding mengesampingkan pengusaha lokal, dan lebih mementingkan perusahaan milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk menjadi pemenang lelang, meski dilakukan lelang secara terbuka melalui LPSE (Layanan Pengadaan Barang Jasa/Secara Eelektronik).

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Saat ini pembangunan yang dibiayi dari anggaran Provinsi  sebesar Rp 72 milyar lebih itu, tahapan pekerjaan pembangunan pondasi dan fisik bangunan lainnya memakai semen asal negeri Tirai Bambu merk CNOCH yang harganya jauh lebih murah dari semen produk dalam negeri.

Padahal, kontraktor yang membangun RSUD Cilograng itu adalah PT Pembangunan Perumahan (PP) Urban yang juga milik BUMN, namun mereka lebih memilih produk luar negeri untuk pembangunan RSUD itu.

“Pabrik semen CNOCH asal China itu pabriknya baru dibangun di Kalimantan. Sepatutnya, perusahaan BUMN tersebut mendukung produk dalam negeri yang jelas sudah ada produk lokal,” ungkap Hasan salah seorang pemerhati masalah sosial di wilayah Lebak Selatan kepada wartawan ,Selasa (14/6/2022).

Ia mengaku tidak mengetahui, apakah semen CNOCH spesifikasi masuk atau tidak dalam pebangunan RSUD Cilograng tersebut. Namun demikian, dilihat dari harga antara semen asal China itu dengan semen produk lokal jauh lebih murah.

”Kita ambil contoh, semen merk Merah Putih yang pabriknya berada di dekat pembanguan RSUD Cilograng itu satu sak dengan berat 50 kg harga Rp 54 ribu, sementara semen merk CNOCH satu sak dengan berat 40 Kg harganya Rp 40.500

Hasan mengaku sangat mendukung adanya pembangunan RSUD Cilograng tersebut, namun jangan juga sampai pengerjaannya dilakukan asal-asalan, apalagi menggunakan produk dengan kualitas jelek.

”Ini tentunya akan merugikan kami sebagai penerima manfaat di wilayah Lebak Selatan. Sebab apabila dikerjakan asal asalan dan bahan baku yang digunakan tidak sesuai standar tentunya bangunan akan cepat rusak. Itu tentunya akan merugikan negara maupun masyarakat,” ujarnya.

Sementara Ketua APDESI Cilograng Yayan Hendayana  mengatakan keberadaan RSUD cilograng sangat dinantikan masyarakat banyak dan ia pun  sangat mengpresiasi adanya pembangunan RSUD akan tetapi harus seuai dengan juklak dan juknis juga kualitas dan kuantitasnya jangan sampai terkesan asal jadi.

“Kami dari APDESI cilograng meminta agar pengawasan pembangunan RSUD cilograng benar benar di lakukan  pihak terkait, untuk menjaga hal hal yang tidak di inginkan karena kami sebagai penerima manfaat inginkan bangunan tersebut bagus dan berkualitas bisa di rasakan anak cucu kami kedepannya” ucap Yayan.

Masih kata Yayan, APDESI cilograng akan mendukung pembangunan yang sesuai SOP,akan tetapi pihaknya tidak akan tinggal diam jika pembangunan tersebut  asal asalan apalagi menggunakan bahan yang kualitasnya tidak jelas.

“Dalam hal ini APDESI akan terus mengawal proyek pembanguan RSUD cilograng sampai selesai”pungkasnya.(1K/JMR)

 

 

Berikan Komentar