SWARA45.COM-Dua aktivis dari banten yakni Ketua Forum Pemerhati Peduli Banten (FP2B) Imdad Rafwang dan Presidium Gerakan Banten Berseru (GBB) Arwan bersilaturahmi dalam kopi santai di Kediaman orang nomor 2 di Kota Cilegon,Rabu 8 Pebruari 2023.
Obrolan yang berlangsung dengan santai itu mengulas soal menariknya gebrakan Wakil Walikota Cilegon, bahwa Hari Rabu adalah harinya UMKM Kota Cilegon.
Hal inilah yang menjadi sorotan menarik bagi kedua aktivis bahwa prospek dan keberlangsungan UMKM di era Digital dewasa ini, menjadi andalan dalam persaingan marketing.
Dalam kesempatan itu, Wakil Walikota Cilegon Sanuji menyampaikan bahwa UMKM di kota Cilegon harus bisa beradaptasi dengan sistem digital, termasuk dalam pola pemasaran dan marketing.
“Sekarang eranya digital, para pelaku usaha harus sudah melek dan bisa beradaptasi dengan sistem yang serba digital, termasuk dalam hal marketing ataupun pemasaran produk,” ungkapnya.
Sanuji juga menjelaskan salah satu strategi UMKM bisa bertahan di era pandemi seperti sekarang ini dengan cara pelaku UMKM belajar bagaimana membuat konten-konten menarik dalam bentuk digital untuk media sosial.
“Ayo bu kelola instagramnya, facebooknya, youtubenya, belajar bagaimana membuat konten foto, video, atau tulisan yang menarik, agar jangkauan pemasarannya lebih luas lagi,” ujar Sanuji.
Menurut Sanuji, UMKM di kota Cilegon yang bisa bertahan saat pandemi adalah mereka para pelaku UMKM yang bisa memanfaatkan media sosial dengan baik. “Beberapa UMKM yang bisa bertahan di saat pandemi, saya perhatikan mereka yang bisa mengoptimalkan media sosialnya dengan baik, jumlah follower mereka puluhan ribu, ratusan ribu, sekali share postingan bisa dilihat oleh ribuan orang, saya rasa ini perlu diadopsi oleh pelaku UMKM lain,” ungkapnya.
Sementara itu, Rasmi Widyanti, Kepala Dinas Koperasi dan UMK Kota Cilegon, mengatakan bahwa kedepan pihaknya akan fokus untuk mengadakan pelatihan-pelatihan digital marketing untuk para pelaku UMKM di kota Cilegon, terutama untuk UMKM yang langsung berada dibawah binaan Dinas Koperasi dan UMK. “Sesuai arahan Pak Wakil, kita akan fasilitasi para pelaku UMKM di kota Cilegon agar melek digital, kita akan adakan pelatihan-pelatihan yang berbasis digital, salah satunya digital marketing,” pungkasnya.
Ketua Forum Pemerhati Peduli Banten (FP2B) sangat mengapresiasi, gagasan dan terobosan yang dilakukan oleh Wakil Walikota Cilegon.
“Kami sepakat sekali, serta mendorong dinas terkait bahwasanya Kota Cilegon adalah kota termaju ke-4 Se Indonesia.
Maka sudah seharusnya siap disegala medan dan era, apa lagi pentingnya keterlibatan UMKM dalam memobilitasi ekonomi kerakyatan di era Digital sekarang ini. Tutup Imdad Rafwang. (1K)

