SWARA45.COM-Forum Warga Bersatu (Forwatu) menggelar diskusi publik terkait isue nasional soal keberadaan gengster yang meresahkan warga diberbagai wilayah khususnya di tanah banten.
Diskusi yang bertemakan “Menghadapi Fenomena Anarkisme Anak Muda ” ini di gagas oleh sejumah pengurus forwatu pada acara rapat bulanan ,yang di selenggarakan di kediaman Ketua DPRT BPPKB Jagabaya ,Minggu 16 Oktober 2022.
Ketua Forum Warga Bersatu Arwan., S.Pd., M.Si .mengatakan dengan Kepedulian dan menangkap keresahan masyarakat ,pihaknya meminta kepolisian intens dalam berpatroli malam hari.Hal itu kata Arwan untuk mencegah terjadinya anarkis yang menjadi kekhawatiran masyarakat.
Lanjut Arwan,selain itu ia juga meminta lembaga sekolah agar berperan aktif untuk memaksimalkan dalam menangkal Anarkisme Karena generasi milenial terlebih pelajar sangat rentan terhadap aksi anarkis yang berujung pada radikal.
“Sebagai bentuk Kepedulian dan menangkap keresahan masyarakat Saya hadir untuk mengambil sikap bersama agar para Bandit jalanan terlepas siapapun dibelakangnya berfikir ratusan kali untuk melakukan aksi Anarkistis di jalanan mengganggu ketertiban masyarakat umum.dan pihak sekolah harus berperan dalam pembinaan terhadap anak karena fungsi sekolah sebagai wadah pembentukan Karakter Positif.”ujar Arwan.
Sementara Ketua DPRT BPPKB JAGABAYA Nurhani atau yang biasa di panggil Bang Wao menyatakan kesiapannya untuk ikut andil menyikapi persoalan ini berkontribusi melakukan pencegahan terhadap aksi anarkisme anak muda di wilayah Lebak.
“Ini Kewajiban kita semua untuk melakukan pencegahan agar tidak terjadi keresahan di masyarakat “ujar bang Wao.
Pengurus Kesti TTKDH Kabupaten Lebak Asep Saprudin mengapresiasi langkah dan gagasan yang dilakukan Forwatu yang menyatakan sikap dan Dukungannya terhadap apa yang akan dilakukan oleh FORWATU.
“Saya secara pribadi menghimbau kepada seluruh Ormas untuk menelaah terlebih dahulu berita yang tersebar di media sosial ada sanksi yang bisa dijerat jika informasi tersebut Hoax. Sebagai bagian dari FORWATU Saya berkewajiban untuk ikut andil memberikan kenyamanan kepada masyarakat agar masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasanya” Ungkap Asep Saparudin yang juga selaku Tokoh Muda di Kabupaten Lebak.
Diketahui akhir dalam diskusi menghasilkan tiga keputusan yang konkret untuk segera dilakukan aksi di Banten.
Pertma yakni mendorong pihak kepolisian untuk melakukan patroli malam di wilayah rawan ancaman gengster.
Kedua,bekerjasama dengan Pihak sekolah untuk melakukan Penyuluhan Hukum terhadap Kelompok Anarkis sebagai bentuk Pencegahan.dan ketiga melakukan AKSI SWIPING PERSUASIF di wilayah Tongkrongan anak muda untuk mengingatkan anak muda agar tidak bertingkah anarkis dan konyol. (1K)
Berikan Komentar
