SWARA45.COM-Kumpulan Aktivis yang tergabung dalam Forum Warga Bersatu (Forwatu )Banten mengkritisi penggunaan anggaran Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tiap Puskesmas di Kabupaten Lebak.
Pasalnya,dalam pengelolaan penggunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tiap Puskesmas diduga tidak transparan hal itu lantaran tidak terdapat adanya papan informasi yang di pasang di masing-masing puskesmas setiap tiga bulan sekali.
“Hasil investigasi kami di temukan sebanyak 31 puskesmas di Lebak hampir rata-rata ditemukan tidak terpasang papan informasi pengelolaan dan BOK nya”ujar Badri Munir salah satu pengurus Forum yang yang juga sebagai Tim Sus ,Kamis 9 November 2023.
Ia menilai dalam pengelolaan dana BOK tersebut terkesan luput pengawasan dari dinas kesehatan setempat,karena khal ini sifatnya bulan belanja barang dan dikhawatirkan rawan penyelewangan.
“Luput dari pengawasan,kami yakin ini bakal terjadi penyelewengan dana Bantuan tersebut”kata Badru.
Terpisah, Sekretaris Forwatu Mohammad Imdad menyatakan dari hasil kajian pihaknya sudah melayangkan surat audiensi kepada puskesmas melalui Komunitas Banten Bersih.akan tetapi abai dalam menanggapi surat tersebut.
“Sebetulnya prinsip kerja Forum selalu mengedepankan Tabayun (Klarifikasi) namun sejauh ini yang berkomunikasi hanya 1 Persen dari jumlah puskesmas di Lebak”terang Imdad.
Imdad menambahkan ,dalam waktu dekat Forum akan melakukan upaya lain yaitu Aksi Massa di Depan kantor Dinas kesehatan Kabupaten Lebak yang akan digelar pekan depan.
“Kita akan undang semua pimpinan ormas yang tergabung di Forwatu Untuk teklap persiapan aksi masa di depan kantor Dinkes nanti”pungkasnya.
Sementara hingga berita ini ditayangkan Kepala Dinkes Lebak masih berupaya untuk mengkonfirmasi.(JmR/ed)

