Berita

Eks Kader Banteng: Airlangga Diperebutkan, Ganjar & Anies Sebagai Wakil Presiden, Ganjar Jangan Mencla-mencle!!!

×

Eks Kader Banteng: Airlangga Diperebutkan, Ganjar & Anies Sebagai Wakil Presiden, Ganjar Jangan Mencla-mencle!!!

Sebarkan artikel ini

sWara45 | Bekasi – Pengamat Politik yang juga Presidium Marhaen Indonesia 98 berkedudukan di Bekasi, Sahat P. Ricky Tambunan mengatakan Airlangga Hartarto diperebutkan sebagai Calon Presiden dan Ganjar ataupun Anies mau diangkat sebagai Wakil Presiden di 2024. Namun, Ganjar Pranowo jangan bersikap mencla-mencle.

“Menghadapi persaingan Pemilihan Pilpres 2024, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo seharusnya meniru sikap tegas dari Ir. Joko Widodo pada Tahun 2012 dalam menghadapi Megawati dan PDI-P. Pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta, Ir. Jokowi memilih kembali pulang ke Solo ketika hanya ditawari Wakil Gubernur DKI mendampingi Patahana Ir. Fauzi Bowo. Saya lebih baik menjadi Walikota Solo dari pada Wakil Gubernur, katanya. Tidak benar, merah utuh mencalonkan Jokowi sebagai Gubernur, merah saat itu mendua?,” ujar Ricky Tambunan, Minggu (2/10/2022).

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Menurut Ricky Tambunan yang merupakan mantan Pengurus PDI Perjungan bahwa saat itu, Ir. Joko Widodo yang digadang-gadang menjadi Gubernur DKI tiba-tiba oleh PDIP ditawari menjadi Calon Wakil Gubernur DKI. Semua orang tahu pada masa itu. Alm. Taufik Kiemas telah berbulat tekad menerima Ir. Fauzi Bowo selaku patahana sebagai calon Gubernur DKI. Sikap tegas Jokowi itu akhirnya mau tak mau memaksa PDIP menelan ludahnya sendiri, dan terpaksa kembali menjemput Jokowi dari Solo untuk mau dicalonkan menjadi Calon Gubernur DKI berhadapan dengan Ir Fauzi Bowo.

“Saat itu akhirnya Ir. Joko Widodo, Walikota Solo dipasangkan dengan Ahok sebagai calon Wakil Gubernur dari Gerindra. Ganjar Pranowo seharusnya menempatkan diri sebagai Negarawan, demi Bangsa dan Negara. Ganjar Pranowo tidak bisa Mencla-mencle, harus menentukan sikap dengan menyatakan Siap maju menjadi Presiden di Tahun 2024. Jangan berlindung terus sebagai Petugas Partai,” ujarnya.

Hal itu, sambung Ricky, karena disebabkan dari berbagai survei yang dilakukan Lembaga Survei. Gubernur Jawa Tengah ini mempunyai survei tertinggi, jauh meninggalkan Puan Maharani selaku putri Megawati, cucu Sang Proklamator Bung Karno. Ganjar selalu berdampingan menjadi tiga besar, dengan nama Prabowo, Menteri Pertahanan dan Anies Bawesdan, Gubernur DKI Jakarta.

“Sebagai mantan Pengurus Cabang PDI Perjuangan di Kota Bekasi, Jawa Barat selama 2 periode, saya mengerti perjalanan Partai ini dari sejak PDI sampai ke PDI Perjuangan, saya memahami kebatinan di Parpol PDIP. Puan sangat mendominasi keputusan DPP, Megawati sebagai Ketua Umum tidak bisa berkutik dihadapan puteri bungsunya itu? Orang-orang DPP tidak ada yang berkutik pada masa-masa ini, semua yes mam dihadapan Megawati dan Puan, mereka ikut arus, tidak ada perdebatan soal itu,” paparnya.

Saya sangat memahami, lanjut Ricky, Partai PDI-P selain pernah terlibat di Partai ini sejak zaman Drs. Soerjadi, saya adalah orang yang dulu dekat dengan Alm. Mangara Siahaan, orang yang paling dekat dengan keluarga Alm. Taufik Kiemas dan Megawati. Saya selalu mendampingi Alm. Mangara Siahaan dari zaman perjuangan, sehingga saya sedikit banyak memahami keluarga ini, dari cerita Alm. Mangara Siahaan.

“Kita dengan Mangara Siahaan, juga pada zaman itu dulu yang merancang menolak Mochtar Mohamad sebagai Ketua DPC Kota Bekasi karena tidak sesuai Ad-Art? Alm. Mangara Siahaan aktor dibelakang penolakan tersebut! Ini saya sebut supaya semua orang tahu, saya bukan anak kemarin di Partai ini. Saya sangat memahami Partai wong cilik. Hal ini saya ungkapkan karena semua orang tahu, bahwa nama Puan Maharani kurang moncer di tengah-tengah masyarakat, dan justru nama ini yang kini digadang-gadang Megawati menjadi calon Presiden dari PDI Perjuangan di 2024,” cetusnya.

Sebaiknya, kata Ricky, menurut saya Ganjar sebelum Nopember ini harusnya menentukan sikap dan menyatakan dan mendeklerasikan untuk siap maju sebagai Calon Presiden RI, jangan mencla-mencle dan berlindung terus dibelakang Ketua Umum PDI P dan Presiden V? Ganjar itu sebagai Negarawan. Seharusnya sudah menjawab permintaan dari Masyarakat Indonesia tersebut dengan mengatakan kesiapan, maju sebagai Presiden bukan terus tebar pesona?

“Presiden Indonesia tidak bisa hanya ditentukan oleh seorang Megawati? Ganjar harus lebih mendahulukan kepentingan yang lebih besar, kepentingan Rakyat, Bangsa dan Negara dari pada kepentingan golongan dan kelompok? Ini pandangan yang keliru? Tiru donk seperti sikap Ir. Joko Widodo ketika menghadapi Pemilihan Gubernur DKI Tahun 2012. Jokowi, menyatakan diri tidak mau menjadi Wakil Gubernur. Ganjar juga harus berani bersikap, atau sekaligus menyatakan Ganjar tidak siap menjadi calon Presiden? Itu, lebih baik, tidak mencla-mencle? Ketegasan sikap Ganjar Pranowo sebagai seorang Negarawan dibutuhkan saat ini untuk menentukan masa depan Bangsa ini. Dengan pernyataan Ganjar bahwa saya siap maju, tentu akan membuat peta pemilihan Presiden akan berubah?,” ujarnya.

Memang benar, lanjut Ricky, ada pihak-pihak yang menginginkan agar peta pemilihan Presiden Tahun 2024, seperti yang dikatakan Presiden SBY, hanya diikuti oleh 2 calon pasangan Presiden dan Wakil Presiden? Ini harus dihindari, jika demokrasi kita tidak mau hanya dikendalikan beberapa pihak golongan tertentu dan elit Partai?

“Dengan pernyataan Ganjar Pranowo tersebut, di awal-awal Ganjar berpeluang terbuka akan dipasangan dengan Airlangga Hartanto selaku Ketua Umum Golkar/Menko Ekonomi, dan akan memenangkan Pilpres 2024. Dua pasangan perpaduan dari Jawa Tengah dan dari Jawa Timur ini akan didorong KIB, Partai PPP, PAN dan Golkar. Ganjar dan Airlangga adalah pasangan yang kuat, dan akan berhadapan dengan pasangan Gerindra dan PDIP, Prabowo Presiden dan Puan sebagai Wakil Presiden, dan Anies dengan AHY yang didorong Nasdem, PKS dan Demokrat. Pasangan Ganjar dan Airlangga berpeluang mengalahkan Prabowo – Puan dan Anies – AHY?,” urainya.

Jujur, kata Ricky, justru ketidak tegasan Ganjar Pranowo akan membuat pemilihan Presiden tahun 2024 bisa hanya diikuti dua pasangan calon, yakni Prabowo-Puan dan Anies – Airlangga? Airlangga akan berbalik ke Anies sebagai Wakilnya Anies. Kenapa tidak, sehingga AHY ditinggal. Anies – Airlangga dicalonkan Golkar, Nasdem, PKS dan PAN. Sementara Prabowo – Puan, Gerindra, PDIP, PKB dan PPP? Sebab, saya menyakini bahwa keberadaan KIB akan dipaksa terus tidak bisa mencalonkan, dan saya duga kedepannya akan dipretelin terus seperti saat ini, Partai PPP sedang diderah guncangan hebat? Orang semua sudah pasti tahu itu mainan siapa, dibalik ini siapa?

“Itu tak mungkin mainan Anies, walaupun PPP DKI Jakarta telah mencalonkan Anies baru-baru ini sebagai Presiden. KIB mau dipretelin awalnya PPP selanjutnya PAN, supaya akhirnya meninggalkan Airlangga? Semua tahu itu mainan siapa lah. Sebab itu, kuncinya adalah bagaimana Ganjar Pranowo menyatakan sikap siap maju sebagai Presiden. Orang-orang yang merancang ini akan buyar dengan sendirinya? Dengan pernyataan Sikap Ganjar, siap maju Partai Golkar, PAN dan PPP, siap mendorongnya bersama Airlangga,” terangnya.

Terpilihnya Ganjar – Airlangga, kata Ricky, tentunya akan menimbulkan harapan baru, adanya kelanjutan dari pembangunan yang sudah dirancang Joko Widodo selama ini, dan tentunya dipastikan akan berkelanjutan.

“Ganjar janganlah berharap banyak mendapat tiket dari Partainya. Megawati tidak bisa menolak Puan, saya nyakin romantisme Batutulis akan berkelanjutan, dan Prabowo siap sebagai penyandang dana? Cak Imin dan PKB akan melebur dengan pasangan Prabowo – Puan? Maka, kita tunggu sikap Negarawan dari seorang Ganjar Pranowo, atau dia benar hanya sebagai pecundang Tergantung Ganjar memilih?,” pungkas Ricky dengan nada tegas. (Hisar)

Berikan Komentar