sWara45 Kabupaten Tangerang — Penelusuran data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Tangerang terhadap paket rehabilitasi Sekolah Dasar (SD) Tahun Anggaran 2025 menunjukkan pola efisiensi yang relatif tipis serta kemenangan berulang sejumlah penyedia pada sektor yang sama, Jum’at 27/02/2026.
Seluruh paket yang ditelusuri tersebut tercatat telah selesai dikerjakan.
Dari sembilan paket rehabilitasi SD lintas kecamatan yang dianalisis, selisih antara Harga Perkiraan Sendiri (HPS) dan harga hasil negosiasi berada dalam rentang 1,34 persen hingga 3,27 persen, dengan rata-rata efisiensi sekitar 2,27 persen.

Sebagai ilustrasi, pada dua paket berbeda dengan nilai HPS masing-masing Rp 500 juta, harga negosiasi tercatat di kisaran Rp 490 jutaan atau selisih sekitar 1,9 persen. Pada paket dengan nilai di atas Rp 1 miliar, efisiensi berkisar antara 2 hingga 3 persen.
Pola tersebut ditemukan berulang pada beberapa paket dalam sektor rehabilitasi SD Tahun Anggaran 2025.
Data LPSE menunjukkan jumlah peserta dalam paket-paket tersebut berkisar antara 5 hingga 12 perusahaan.
Dalam praktik pengadaan konstruksi, jumlah peserta yang relatif banyak umumnya menghasilkan variasi penawaran yang lebih lebar, tergantung metode evaluasi dan kompleksitas pekerjaan.
Namun pada paket yang ditelusuri, variasi efisiensi cenderung berada dalam rentang sempit dan relatif seragam.
Secara regulasi, selisih tipis bukanlah pelanggaran. Akan tetapi, ketika pola tersebut muncul berulang dalam sejumlah paket pada tahun anggaran yang sama, hal itu menjadi relevan untuk dikaji dari sisi efektivitas kompetisi dan optimalisasi penggunaan anggaran daerah.
Penelusuran lanjutan juga menunjukkan adanya penyedia yang memperoleh lebih dari satu paket rehabilitasi SD pada Tahun Anggaran 2025 dengan total akumulasi nilai mendekati Rp 3 miliar.
Dalam sistem pengadaan, penyedia memang dapat memenangkan lebih dari satu paket sepanjang memenuhi ketentuan administrasi dan teknis.
Namun dari sudut tata kelola, distribusi paket serta pemerataan kesempatan usaha tetap menjadi aspek penting dalam menjaga prinsip persaingan sehat dan efisiensi anggaran.
Berita ini disusun berdasarkan data resmi yang tercantum dalam sistem LPSE Kabupaten Tangerang.
Wartawan sWara45 akan meminta klarifikasi kepada pihak Dinas Pendidikan dan pihak terkait guna memperoleh penjelasan mengenai mekanisme evaluasi dan distribusi paket proyek rehabilitasi SD Tahun Anggaran 2025.
Apa pun hasil klarifikasi yang diberikan akan dimuat secara proporsional dalam pemberitaan selanjutnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan transparansi.
Serial investigasi ini akan berlanjut pada pendalaman mekanisme pengadaan dan konfirmasi resmi dari pihak terkait, serta investigasi akan kualitas pembangunan di lapangan. (DEDI)

