Berita

Edukasi Anggaran Ketahanan Pangan Diduga Hilang Jejak

×

Edukasi Anggaran Ketahanan Pangan Diduga Hilang Jejak

Sebarkan artikel ini

sWara 45.Com.Ciamis-Dalam rangka mewujudkan kecukupan pangan bagi seluruh warga Desa, pencapaian kemandirian pangan Desa, dan memastikan Desa terlepas dari kerawanan pangan serta penggunaan Dana Desa untuk ketahanan pangan dan hewani di Desa, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi menerbitkan keputusan Nomor 82 Tahun 2022 tentang Pedoman Ketahanan pangan Pembangunan Desa adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan. Hal ini kemudian diperkuat dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 104 Tahun 2021 tentang APBN yang menyatakan bahwa Dana Desa ditentukan penggunaannya untuk program ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 20% (dua puluh persen), dengan harapan mampu menyiapkan sedini mungkin Desa menghadapi krisis pangan.
Langkah-langkah pemanfaatan dana desa untuk ketahanan pangan di desa dapat dilakukan dengan
RKP Desa dan APB Desa dipublikasikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,

“Terkait apa yang tercantum seperti itu dalam kenyataan dilapangan ta seperti apa yang pemerintah pusat harapkan,Praduga adanya kesalahan teknis yang terjadi di

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Desa Banjarangsana kecamatan Panumbangan kabupaten Ciamis

“Saat kami kunjungan awak media ke desa tersebut”Kades Momon beserta Kasi Perencana,”Iman,mengatakan apa yang diprogramkan terkait anggaran Hewan Domba 90 Juta,Ikan Nila 70 Juta serta Jamur Tiram 30 Juta,”Ucapnya,

“Untuk Domba saja kena patokan bajet 2 juta dari satu ekornya untuk jumlah 45 ekor dan kami sebar ke semua Dusun disini,ada yang 1 ada yang 2 dan 3 warga yang menerima Domba tersebut,untuk Ikan sendiri dibagi beberapa kelompok Tani disebar dibeberapa dusun serta jamur dikelola oleh para ibu ibu kader ,”Tegasnya,

“Tapi kenyataan dilapangan terjadi Mar’ap dari target harga Hewan Domba, adanya indikasi,saat kami temui narasumber beralias,IM,mengatakanuntuk 1 Domba ada yang(1.500000)Satu Juta Lima Ratus Rupiah dan ada yang(1.600000)Satu Juta Enam Ratus dari kami 14 ekor,Ucapnya,

Kami juga menerima Ikan operan dari Ibu IS anggota BPD,”uang Satu juta untuk beli ikan 30 kg namun gagal panen,dan jadi uang 200 Ribu Rupiah dan kami bilang ke Pakades mau setor uang tersebut,Cuman kata Pa Kades kasikan aja ke Kas Pengajian Bulanan,Ucapnya
Terkait anggota BPD nerima 3 Juta dari bantuan Ikan Nila tapi ke IM cuman ngasih 1Juta saat kami pertanyakan Uang tersebut kerumahnya sedang ke Kecamatan kata Anaknya,ucapnya

IM juga mengatakan domba tersebut dari kami 14 ekor dan dari MS 10 ekor jadi dari 2 pemasok Domba,berjumlah 24 ekor di kandang kami,”ucapnya
Cuman ada yang mau mati satu kami ahirnya dipotong dan kami juga laporan ke pa kuwu terkait yang dipotong dan dagingnya pun kami bagikan ke warga disini,ujarnya,

IM juga mengatakan petugas desa Ekbank juga memasok,ga tau berapa ekor,Ucapnya,
jadi data yang 21 ekor belum diketahui dari siapa pemasoknya,dan Domba tersebut baru ada 10 ekor yang ada di Dusun Unenun masih ada,
Data dari narasumber,untuk yang lainnya kami kurang informasi,

Untuk ketua kelompok tani Ikan UJ mengatakan”Kami menerima uang dari Desa 30 Juta bulat tampa di potong,”ucapnya
“Kami disini ada 10 orang anggota rata rata menerima 3 Juta(Tiga Juta Rupiah)setiap anggota kami,Uang tersebut dibelikan bibit Ikan Nila,1.500 Rupiah dibelikan Pakan 1.500,Tegasnya,
Cuman anggota kami tinggal beberapa orang yang masih ada ikannya sisanya gulung tikar dan uang dana desa tersebut hilang, kami menanyakan pertanggung jawaban nya,(dengan alasan uang bekas perawatan Kolamnya) ucapnya,UJ

Sedangkan laporan SPJ aja mereka tidak melakukan,kami yang ingatkan dan pertanyakan ke UJ tersebut, padahal ikan udah mereka panen,
UJ juga mengatakan Ketua MUI mendapatkan Bantuan Ikan tersebut,ucapnya,Cuman saat kami kerumahnya mau menanyakan benar tidaknya mendapat bantuan Ikan dengan Bajet 3 Juta beliow sedang ke
[16/6 17.55] Bayu 45.Com Tasikmalaya: ke Bogor kata anaknya,

“Dengan kejadian tersebut uang dana Desa dengan rata rata 3 Juta dan semua 70 Juta totalnya,Untuk menerima Bantuan membeli Ikan tersebut kelihatan Hilang pemanfaatnya tak berarti,

Terkait Jamur Tiram saya datang ke rumah Ketua Kader Ek warga Rw 04,mengatakan memang benar kami menerima Bibit jamur 5000 ga tau 4000,cuman gagal mengurusnya padahal semua anggota kami bersama sama mengurusnya,dan dari pihak desa tidak mengasih gajih buat ngurus Jamur tersebut ke semua anggota kami,dan dari hasil panen kemarin kami menyetorkan uang 3 Juta lebih ke pihak desa,Tegasnya,kami tidak tau anggaran Desa buat Jamur sendiri 30 Juta,Ucapnya,
“Kami juga memohon untuk membayar gajih anggota kami yang mengurus Jamur ke pihak Desa,”Tegasnya,

“Semua Hasil dari kami Investigasi ke lapangan,

Saat kami kompirmasi “kepala Desa Momon mengatakan terkait Dana Desa yang 20% untuk ketahanan Pangan ke Tiem kami terserah anda mau diberitakan bilamana tidak sesuai dengan data kami tanggung resiko masing masing,seolah olah ada Intimidasi dan perlawanan ke pihak kami,
Kepala Desa Momon juga mengatakan bahwa kami juga menjabat sebagai Penasehat Media Tindak dengan penuh kepercayaan diri,(masa sama sama media akan diberitakan)”Tegasnya,
Terkait Kirim Photo Identitas Media Tindak dia menghapusnya dan kami lupa tidak disimpan ke galeri Hp kami,
“Dengan kejadian tersebut tergantung Masyarakat yang menilai benar apa Salah seorang Peminpin Kepala Desa seperti itu,

Dan pihak kami juga akan kompirmasi kepada pihak Kecamatan serta kepihak Inspektorat dengan apa yang kami temukan di lapangan tentang Ketahanan Pangan yang 20% di Desa Banjarangsana.pungkas kami.(Bayu)

Berikan Komentar