Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badak Banten Perjuangan Kabupaten Lebak, Dede Kodir, mengecam keras dugaan pembuangan limbah tersebut. Ia menilai pencemaran ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam mata pencaharian nelayan kecil di pesisir Bayah dan Panggarangan.
“Kami menerima banyak laporan dari nelayan. Saat ini kondisi laut sangat memprihatinkan. Air terlihat berminyak seperti tercampur solar. Ini bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan ekonomi bagi nelayan kecil,” ujar Dede Kodir, Selasa (3/2/2026).
Nelayan Keluhkan Air Laut Berminyak
Berdasarkan keterangan nelayan, lapisan minyak terlihat jelas di permukaan laut. Limbah tersebut menyebabkan jaring dan peralatan tangkap nelayan kotor serta rusak akibat noda hitam minyak.
Sejumlah nelayan mengaku hasil tangkapan mereka menurun. Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem di perairan Lebak Selatan.
Desakan Investigasi dan Sanksi Tegas
Badak Banten Perjuangan mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil sampel air laut serta mengidentifikasi kapal yang diduga membuang limbah.
Jika terbukti, sanksi tegas hingga pencabutan izin operasi diminta diterapkan sesuai Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Nelayan Diminta Dapat Kompensasi
Barisan Aktivis Dan Advokasi Keluarga Banten (BADAK BANTEN PERJUANGAN) juga menuntut adanya kompensasi bagi nelayan yang terdampak akibat menurunnya hasil tangkapan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DLH Provinsi Banten maupun instansi terkait.(Red)

