Berita

Dugaan Limbah Solar Cemari Laut Bayah, Badak Banten Perjuangan Desak Aparat Bertindak

×

Dugaan Limbah Solar Cemari Laut Bayah, Badak Banten Perjuangan Desak Aparat Bertindak

Sebarkan artikel ini
Ketua Badak Banten Perjuangan Kab Lebak Dede Kodir
Ketua Badak Banten Perjuangan Kab Lebak Dede Kodir
LEBAK, BANTEN – Dugaan pencemaran limbah solar di perairan Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi sorotan publik setelah keluhan para nelayan viral di media sosial. Air laut yang berubah warna dan tampak berminyak diduga berasal dari aktivitas kapal-kapal besar di wilayah tersebut.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Badak Banten Perjuangan Kabupaten Lebak, Dede Kodir, mengecam keras dugaan pembuangan limbah tersebut. Ia menilai pencemaran ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam mata pencaharian nelayan kecil di pesisir Bayah dan Panggarangan.

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

“Kami menerima banyak laporan dari nelayan. Saat ini kondisi laut sangat memprihatinkan. Air terlihat berminyak seperti tercampur solar. Ini bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan ekonomi bagi nelayan kecil,” ujar Dede Kodir, Selasa (3/2/2026).

Nelayan Keluhkan Air Laut Berminyak

Berdasarkan keterangan nelayan, lapisan minyak terlihat jelas di permukaan laut. Limbah tersebut menyebabkan jaring dan peralatan tangkap nelayan kotor serta rusak akibat noda hitam minyak.

Sejumlah nelayan mengaku hasil tangkapan mereka menurun. Kondisi ini diperparah oleh cuaca ekstrem di perairan Lebak Selatan.

Desakan Investigasi dan Sanksi Tegas

Badak Banten Perjuangan mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Banten dan aparat penegak hukum untuk segera mengambil sampel air laut serta mengidentifikasi kapal yang diduga membuang limbah.

Jika terbukti, sanksi tegas hingga pencabutan izin operasi diminta diterapkan sesuai Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Nelayan Diminta Dapat Kompensasi

Barisan Aktivis Dan Advokasi Keluarga Banten (BADAK BANTEN PERJUANGAN)  juga menuntut adanya kompensasi bagi nelayan yang terdampak akibat menurunnya hasil tangkapan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari DLH Provinsi Banten maupun instansi terkait.(Red)

Berikan Komentar