Berita

Distanbun Lebak Terus Maksimalkan Produksi Pangan

×

Distanbun Lebak Terus Maksimalkan Produksi Pangan

Sebarkan artikel ini

SWARA45.COM-Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak memaksimalkan produksi pangan dengan memperluas angka tanam baik di lahan darat maupun areal persawahan.

“Kami meyakini dengan memperluas angka tanam dapat memenuhi ketersediaan pangan masyarakat,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar saat gerakan tanam jagung yang digagas TNI di Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak, Kamis (4/8).

AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV
deskripsi
AKRILIK/PAPAN TANDA CETAK UV

Pemerintah Kabupaten Lebak hingga kini terus menggenjot produksi pangan dengan melakukan gerakan perluasan tanam di lahan darat dan areal persawahan.

Perluasan tanam di lahan darat dengan memanfaatkan lahan-lahan HGU milik BUMN, instansi pemerintah, perusahaan hingga lahan TNI dengan menanam komoditi jagung.

Tanaman komoditi jagung masuk kategori tanaman jangka pendek hanya 100 hari bisa dipanen.

Saat ini, kata dia, gerakan tanam jagung di Kabupaten Lebak diperkirakan ribuan hektare dengan melibatkan TNI dan kelompok tani.

Selain itu, mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya juga melakukan gerakan tanam jagung dengan kelompok tani di Cileles.

“Kami optimistis produksi jagung tahun ini di Lebak bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional,” katanya.

Menurut dia, hingga saat ini produksi jagung di Kabupaten Lebak sampai Juli 2022 sebanyak 7.876 ton dari tanam seluas 1.006 hektare.

Kemungkinan besar produksi jagung tahun 2022 Kabupaten Lebak dipastikan bisa menyumbangkan kebutuhan pangan nasional.

“Kami mendorong petani terus memperluas tanaman jagung dengan memanfaatkan lahan tidur menjadi lahan produktif,” ucapnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lebak kini mengapresiasi produksi beras sampai Juli 2022 sebanyak 159.006 ton dan mencukupi untuk kebutuhan konsumsi masyarakat di daerah ini sebanyak 1,3 juta jiwa.

Dari produksi 159.006 ton dengan kebutuhan beras 158.094 ton/tahun atau rata-rata 13.175 ton/bulan dan kebutuhan beras sampai Juli 2022 sebanyak 79.047 ton, sehingga sisa 79.959 ton atau surplus enam bulan ke depan.

“Kami optimistis produksi beras di Lebak bisa memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat juga bisa memasok ke luar daerah,” katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Sukabungah Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak Ruhyana mengatakan pihaknya kini melakukan percepatan tanam di lahan seluas 100 hektare usai panen.

Saat ini, kelompok tani diwilayahnya tiga kali panen dengan produksi rata-rata 8 ton gabah basah/ hektare.

“Kita setiap panen dijadikan beras dan bisa memenuhi permintaan pasar lokal hingga 30 ton/bulan,” kata Ruhyana. (JMR)

Berikan Komentar